Jumat, Maret 13, 2026
BerandaHeadlineMasyarakat Laporkan Jalan Rusak Panglima Rumpin-Sultan Syarif Kasim ke Bupati Siak

Masyarakat Laporkan Jalan Rusak Panglima Rumpin-Sultan Syarif Kasim ke Bupati Siak

Siak (Nadariau.com) – Jalan rusak di Jalan Poros Panglima Rumpin-Sultan Syarif Kasim diadukan masyarakat Kampung Rempak Kecamatan Sabak Auh, ke Bupati Siak H Alfedri.

“Kami dari lembaga Bapekam (badan permusyawaratan kampung) menyampaikan aspirasi masyarakat kami di Dusun Sungai Bayam, kondisi jalan Panglima Rumpin-Sultan Syarif Kasim, saat ini sangat rusak,” kata salah seorang masyarakat, Syukur, Sabtu (26/2/2022).

Syukur mengatakan, awalnya, jalan itu lebarnya hanya 2 meter, namun tahun 2013 lalu jalan itu dilebarkan hingga bodi jalan 12 meter. “Berkat perjuangan bersama, maka dapatlah bodi jalan itu 12 meter. Karena meminta lahan masyarakat kiri kanan. Jalan itu dilebarkan oleh Dinas PU Tarukim Siak,” katanya, dalam sebuah dialog dengan Bupati Siak.

Syukur mengatakan, saat masyarakat menghibahkan tanahnya untuk pelebaran jalan itu, tidak sedikit kerugian masyarakat karena ada tanaman mereka yang ditebang.

“Ada sawit masyarakat yang ditebang, malahan ada rumah masyarakat rela dibongkar, karena mencolok ke jalan. Masyarakat tidak meminta ganti rugi, sebab semata-mata untuk jalan mereka lebar dan bagus,” kata Syukur.

Namun setelah pelebaran jalan 2013 itu, hingga kini jalan yang memiliki dasar semeniasi 2 meter itu kini semakin hari semakin rusak.

“Warga dusun Sungai Bayam, akses menuju ke Kantor Kampung, ke sawah, atau ke pasar, lewat jalan itu, jika hari hujan, air banyak bertakung, karena banyak jalan yang berlobang,” kata Syukur.

Masyarakat kata Syukur, sudah sering mengeluh dengan kondisi jalan seperti itu. Pihaknya bersama pemerintah kampung setiap tahunnya selalu mengajukan pengaspalan jalan melalui musrenbang.

“Setiap musrenbang kampung, musrenbang kecamatan, jalan Panglima Rumpin-Sultan Syarif Kasim ini selalu kami masukkan. Namun hingga hari ini tidak terealisasi.

Syukur mengatakan, jalan Panglima Rumpin-Sultan Syarif Kasim ini memiliki panjang 3 kilometer, kondisi hampir semua rusak, sementara jalan tersebut terdapat jumlah penduduk yang padat.

“Kami berharap, pak bupati mendengar dan merealisasi aspirasi kami ini, kami sebagai tempat perpanjangan masyarakat, tentu kami menyampaikan ini ke pak bupati, tentu ke pak bupati kami mengadu,” kata Syukur.

Mendengar aspirasi masyarakat tersebut, Bupati Siak H Alfedri mengatakan, saat ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Siak tahun 2022 hanya Rp 2,1 triliun, dengan anggaran tersebut, hampir dipastikan untuk membangun jalan sepanjang itu tidak bisa dilakukan.

“Dari Rp 2,1 triliun itu, 20 persen itu untuk pendidikan, 10 persen untuk kesehatan, kemudian untuk ADK 10 persen, dan 25 persen untuk infrastruktur. Infrastruktur ini bukan hanya untuk jalan saja, ada disitu kebutuhan air, bangun gedung, atau rehab, dan lain-lainnya. Dengan rincian tersebut saja, sudah lebih 50 persen APBD habis disitu,” kata Alfedri.

Dengan sisa sekitar Rp 900 miliar kata Alfedri, hampir Rp 800 miliar digunakan untuk membayar gaji, honor, atau insentif.

“Itu makanya, untuk dana APBD mustahil. Namun, kita akan berusaha menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat,” kata Alfedri.

Dana DAK di Siak kata Alfedri termasuk besar, jadi untuk membangun jalan yang panjang, sangat memungkinkan.

“Tahun ini di Dayun, ada pengaspalan jalan, itu menggunakan DAK. Dana DAK ini bisa membangun jalan sepanjang 2,5 kilometer atau lebih. Di dana DAK inilah nantinya kita akan usahakan membangun jalan ini,” kata Alfedri.

Kegiatan Bujang Kampung di Kampung merupakan kegiatan Bujang Kampung ke-8, Bupati Alfedri juga membawa Wakil Bupati Siak H Husni Merza, Asisten I Setdakab Siak Budhi L Yuwono, sejumlah kepala dinas yang membidangi pelayanan masyarakat seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Siak, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan lainnya.

Setelah rakor, bupati meninjau pelaku UMKM, kemudian dilanjutkan shalat Jumat, meninjau peternakan sapi, meresmikan TK, meninjau peternakan ayam kampung. (rtc/bud)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer