Selasa, Maret 17, 2026
BerandaHeadlineAsa Pemain Muda Tim Bulutangkis Indonesia di Piala Asia

Asa Pemain Muda Tim Bulutangkis Indonesia di Piala Asia

Penulis: Yuniandono Achmad, pengamat bulutangkis, dosen di U. Gunadarma, Depok.

Sejak kemarin, hari Selasa 15 Februari 2022, telah dimulai kejuaraan beregu Piala Asia, bertempat di Shah Alam, Selangor, Malaysia. Kejuaraan beregu Asia levelnya kelas dua, apabila disebut Thomas/ Uber Cup sebagai kelas satu. Namun Indonesia -terutama beregu putra- telah menciptakan “hattrick” juara selama 3 (tiga) kali berturut turut mulai dari 2016, lanjut 2018, dan 2020. Dari ketiga tahun tersebut, hanya tahun 2020 yang mampu membawa Indonesia sekaligus juara piala Thomas.

Tahun 2016 meski kita juara Asia, namun kalah melawan Denmark 2-3 di partai final Thomas. Tahun 2018 predikat juara Asia hanya membawa kita ke semifinal -kalah melawan Tiongkok 1-3. Alhamdulillah tahun 2021, kita menjadi kampiun dunia dengan merebut piala Thomas -setelah menunggu 19 tahun lamanya.

Meski ibaratnya kurang bergengsi, namun kejuaraan beregu Asia juga sering mengharu biru hasil pertandingannya. Misalnya tanpa diduga tim putri kita mampu menundukkan Tiongkok di kejuaraan beregu Asia tahun 2018. Perlu menunggu selama 22 tahun momen tersebut, setelah Susy Susanty Cs menang di final beregu Uber Cup tahun 1996.

Kemudian kemenangan tim kita atas Korea di semifinal beregu Asia tahun 2018. Partai terakhir atau partai kelima, si kidal Firman Abdul Kholik menang dramatis atas Lee Dong Keun dari Korea Selatan lewat rubber game. Uniknya pada set ketiga Korea sudah unggul dulu 20-14, namun Firman mampu membuat deuce 20-20 dan menang 22-20 sehingga loloslah tim kita ke final.

Memang terasa ada aura tersendiri apabila bermain dan melihat sektor beregu. Seperti tercengangnya pelatih Malaysia tahun 2015 -saat itu Morten Frost Hansen- ketika kemenangan sudah didepan mata saat pemain tunggal ketiga Malaysia unggul 20-14. Namun hal itu buyar karena Ihsan Maulana Mustofa bisa membuat 8 (delapan) poin beruntun sehingga menang atas Arif Latif, sehingga secara tim kita menang 3-2.

Untuk kejuaraan beregu Asia tahun 2022 ini, PBSI menampilkan pemain muda yang lebih separuh adalah pemain debutan untuk ajang beregu. Memang sudah tepat pilihan PBSI untuk mengirim skuad muda ke kejuaraan beregu Asia. Meski tentu ada risikonya.

Sebagai juara bertahan piala Thomas, maka Indonesia dipastikan lolos ke putaran final di Bangkok nanti bulan Mei. Namun keinginan untuk melanjutkan hattrick menjadi quattrick (2016, 2018, 2020, dan sekarang) sebagai kampiun piala Asia tentu masih mengemuka.

Kejuaraan beregu Asia ini merupakan seleksi untuk ke piala Thomas/Uber nanti. Dengan sudah pastinya Thailand ke putaran final (karena menjadi tuan rumah) kemudian mundurnya Tiongkok dan Taiwan, maka perebutan juara di sektor putra akan berkisar di tuan rumah Malaysia, Korea, Jepang dan Indonesia. Hanya 4 (empat) tim teratas di ajang putra dan putri Kejuaraan Beregu Asia yang langsung lolos ke Piala Thomas dan Uber 2022.

Risiko menurunkan pemain muda adalah apabila sampai kalah, maka kemungkinan untuk mental jatuh di pertandingan berikutnya sangat besar. Maka PBSI tentunya sangat berharap pada tunggal pertama, Chico Aura Dwi Wardoyo, agar selalu mampu tampil prima. Untungnya Chico Aura ini punya pengalaman tampil di putaran final Thomas di Aarhaus Denmark, bulan Oktober 2021 lalu. Meski hanya sekali tampil, dan menang, bagi pemain muda seperti Cicco tentunya menjadi pengalaman berharga.

Pada partai pertama di kejuaraan beregu Asia, tim putra kita menang 4-1 atas Hong Kong China. Beberapa jam sebelumnya, tim putri juga menang dengan skor yang sama atas lawan yang sama, yaitu unggul 4-1 atas Hong Kong.

Di babak penyisihan pertama Grup A Badminton Asia Team Championship 2022 tim putra kita bermain di Setia City Convention Centre, Selangor.

Tunggal pertama Chico Aura Dwi Wardoyo, peringkat 55 dunia, menang atas Lee Cheuk Yiu -ranking 17 dunia. Dalam waktu 58 menit Chico menutup pertandingan dengan skor 21-14, 18-21, dan 21 -18. Sayang pada partai kedua, ganda Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan gagal mengalahkan pasangan Hong Kong, Law Cheuk Him/Lee Chun Hei Reginald. Pramudya/ Yeremia kalah rubber game.

Partai ketiga, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay -peringkat 90 BWF- menang dengan skor 16-21, 22-20, 21-17 atas Chan Yin Chak. Kemudian pasangan yang pernah diturunkan di Thomas Cup 2021 -yaitu Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin- tampil ganas dan menang straight set atas Ho Wai Lun/Yeung Ming Nok.

Indonesia memastikan menang 4-1 lewat tangan Christian Adinata yang menang atas pemain Hong Kong namun punya darah Indonesia -yakni Jason Gunawan- dengan straight set.
Selengkapnya hasil tim Putra Indonesia adalah sebagai berikut:

Chico Aura Dwi Wardoyo 21-14, 18-21, 21-18 atasi Lee Cheuk Yiu.

Pramudya Kusuma Wardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan kalah 12-21, 21-18, 20-22 Law Cheuk Him/Lee Chun Hei Reginald.

Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 16-21, 22-20, 21-17 atasi Chan Yin Chak.

Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin 22-20, 21-16 atasi Ho Wai Lun/Yeung Ming Nok.
Christian Adinata 21-15, 21-14 atasi Jason Gunawan.

Beberapa jam sebelumnya, tim putri kita juga menang 4-1 atas Hong Kong China. Satusatunya kekalahan adalah pada partai kedua yaitu Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi taklut di tangan Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam secara rubber.

Kemenangan disumbang oleh tunggal pertama Gregoria Mariska Tunjung, kemudian partai ketiga Putri Kusuma Wardani, partai keempat ganda Lanny Tria Mayasari/Jesita Putri Miantoro, dan terakhir Stephanie Widjaja. Semua tunggal putri menang secara straight set, sedangkan ganda dilangsungkan secara rubber.

Pertandingan pertama memberikan asa yang lebih pada tim Indonesia. Kita harapkan pada laga berikutnya akan terus disambut kemenangan. Dan puncaknya nanti bulan Mei di Bangkok, Thailand, saat putaran final Thomas/ Uber Cup. Jayalah bulutangkis Indonesia. (***)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer