Pekanbaru (Nadariau.com) – Memasuki tahun 2022, sejumlah partai politik sudah mulai mencari jagoan yang akan diusung di Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 nanti. Baik calon legislatif dan eksekutif ditingkat pusat maupun daerah.
Di Provinsi Riau, penomena politik ini juga sudah mulai tampak dikalangan partai. Dimana, H Syamsuar selaku Ketua Partai Golkar dan menjabat sebagai Gubernur Riau, sudah banyak dilirik para politikus untuk bisa menjadi pasangan pendamping di posisi wakil gubernur pada Pemilu nanti.
Penawaran ini dilakukan, apabila beliau mau maju untuk kedua kali dan tidak berpasangan dengan Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution. Namun sampai kini, masih belum dapat konfirmasi dari pihak Syamsuar maupun dari Partai Golkar, siapa pendamping Ketua Golkar untuk maju tahun 2024.
Dari beberapa sumber yang dipercaya, suasana politik sudah hangat digadang gadangkan, bahwa pada Pemilu 2024, H Syà msuar akan menggandeng H Zukri Bupati Pelalawan yang juga sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau.
“Jika memang benar isu yang digadang – gadangkan oleh sebagian masyarakat tersebut terjadi, maka kita sangat menyambut baik. Karena selama ini, H Syamsuar dan H Zukri memiliki hubungan baik. Seperti contoh di Pemerintahan Pelalawan, saat ini Bupati Zukri dari PDI-P sedangkan wakilnya Nazarudin dari Golkar,” kata Menurut Tokoh Masyarakat H Rasyidi Hamzah kepada Nadariau.com, Rabu (15/2/2022).
Maka untuk Riau 1, maka pasangan H Syamsuar dengan H Zukri sangat cocok dari segi Politik. Namun kepastian isu ini masih menunggu kabar dari Syamsuar. Apakah beliau tetap akan maju untuk kedua kali dan juga apakah beliau masih cocok berpasangan dengan Wakilnya Edy Natar Nasution.
Menurut Rasyidi lagi, H Syamsuar selaku gubernur masih sangat layak untuk dipilih kembali untuk kedua Priode. Karena masih banyak masih PR yang harus beliau selesaikan sebagai Gubernur Riau.
Selama ini, H Syamsuar membangun demi kemajuan Propinsi Riau. Prestasi ini dapat dilihat dari pertumbuhan Ekonomi yang stabil. Walau pun ada keluhan masyarakat tentang mahalnya harga minyak goreng, akibat ulah dari spikulan.
Secara makro nasional, Provinsi Riau terbaik dalam penilaian Litbang Nasional. Disamping itu banyak penghargaan bergensi yang beliau raih. Diantaranya tahun lalu satu-satu gubernur di Indonesia yang menerima penghargaan terbaik dari KPK dalam mengatasi masalah Korupsi.
Kemudian penerima penghargaan Pelayanan Publik terbaik dari Oumbusdman. Menjadikan Riau sebagai pusat Wakaf terbaik. Selanjutnya, program Riau sebagai ekonomi syariah, yang saat ini sedang diproses. Dan masih banyak penghargaan lain.
“Karena sedang dalam masa Covid-19, menyebabkan dibidang Infrastruktur memang belum begitu banyak dilakukan. Namun berdasarkan rencana Syamsuar sebelumnya, jika wabah covid sudah habis, maka Pemerintah Provinsi akan fokus kepada pengembangan pembangunan infrastruktur secara merata diseluruh daerah Riau,” jelas Rasyidi. (alin)


