Rabu, Maret 11, 2026
BerandaHeadlineBangunan RS Perawang Siak Tidak Kokoh dan Diduga Berbahaya Bagi Keselamatan Pasien

Bangunan RS Perawang Siak Tidak Kokoh dan Diduga Berbahaya Bagi Keselamatan Pasien

Siak (Nadariau.com) – Bangunan baru Rumah Sakit Perawang Kabupaten Siak, Riau tidak kokoh. Diduga pembangunan yang sedang berjalan tersebut diduga akan berbahaya bagi keselamatan pasien, karena material bangunannya tidak sesuai dengan spek.

Diantara kesalahan pembangunan yang fatal yaitu jumlah tiang pancang beton ke tanah tidak cukup dengan spek yang sudah ditetapkan. Otomatis kekuatan tanah akan lemah dan bisa menyebabkan pondasi bangunan cepat turun.

Pembangunan Rumah Sakit Perawang didekat gedung lama ini dikerjakan oleh PT Permata. Diduga pihak kontraktor telah bekerjasama dengan operator penanaman tiang pancang beton dengan cara bagi hasil keuntungan pengurangan material bangunan tersebut.

“Pihak kontraktor membeli tiang pancang beton dengan jumlah berkurang dari spek ke PT Dinamika. Untuk mengelabui pihak dinas kesehatan, kontraktor telah bekerjasama dengan operator untuk menjawab penanaman tiang pancang sesuai spek!,” kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya, Jumat (29/10/2021).

Ketika dikonfirmasi media, Staf PT Dinamika, Lina mengatakan bahwa pimpinannya tidak ada dikantor. Untuk jawaban konfirmasi akan dihubungi nanti setelah pimpinannya balik ke kantor.

“Kami akan menghubungi nanti melalui telepon setelah pimpinan kami pulang,” kata Lina di Kantor PT Dinamika Jalan Hasanuddin, Pekanbaru, Riau.

Beberapa saat kemudian, Staf PT Dinamika yang lain yaitu Maya menghubungi media Nadariau.com melalui telepon. Ia membenarkan bahwa kontraktor pengerjaan penanaman tiang pancang di Rumah Sakit Perawang dilaksanakan oleh PT Permata.

Sementara PT Dinamika menyuplai tiang pancang sesuai dengan jumlah permintaan barang. Dan kuitansinya sesuai dengan jumlah barang yang diminta oleh PT Permata.

“Terkait jumlahnya tiang pancangnya saya sudah lupa. Untuk lebih jelas silahkan menghubungi PT Permata,” kata Maya mengakhiri hubungan teleponnya.

Selanjutnya, Nadariau.com mengkonfirmasi PPTK Proyek Rumah Sakit Perawang, Marzuki, melalui pesan WhatApp. Namun setelah pesan dibacanya, kemudian nomor wartawan langsung diblokir pihak PPTK tersebut.

Terakhir, saat dikonfirmasi PPK Proyeknya, yang menjabat sebagai Kadis Kesehatan Siak Toni, belum ada jawaban, hingga berita ini dimuat. (olo)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer