Minggu, Maret 15, 2026
BerandaHeadlinePeringatan Hari Santri 2021, Siaga Jiwa Raga Lawan Covid 19

Peringatan Hari Santri 2021, Siaga Jiwa Raga Lawan Covid 19

PELALAWAN (Nadariau)  – Peringatan hari Santri tingkat Provinsi Riau dipusatkan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Pelalawan, Jumat (22/10/2021). Bertindak sebagai inspektur upacara Gubernur Riau H Syamsuar.

Peringatan hari santri tahun ini dengan mengusung “Santri Siaga Jiwa Raga” yang memiliki makna Siaga jiwa, berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada aqidah, nilai dan ajaran Islam lil alamin serta tradisi luhur bangsa Indonesi.

Dalam sambuatannya, Gubernur Riau mengatakan bahwa melalui tema yang diusung pada peringatan hari santri tahun 2021 ini, memiliki makna yang sangat penting dan relevan di era pandemi Corona Virus Desease (Covid-19)’ seperti sekarang ini.

“Santri tidak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan, taat mejalankan 5M+1D, Memakai masker, mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Mengurangi Mobilitas, dan Doa,”jelas Gubri Syamsuar

H Syamsuar juga menjabarkan kenapa protokol kesehatan menjadi aturan kepatuhan dalam menghadapi masa pandemi saat ini, karena protokol kesehatan merupakan bentuk ikhtiar manusia memutus rantai penyebaran Covid 19.

“Menghadapi Covid 19, kita harus tetap ikhtiar, salah satunya dengan mematuhi protokol kesehatan,”jabarnya

Walau jumlah kasus lonjakan Covid 19 terus mengalami penurunan di provinsi Riau, namun semangat untuk untuk bangkit dari dampak pandemi COVID-19 diharpkan tidak padam, ada dampak ekonomi yang harus dipulihkan, dampak sosial dan terutama dampak kesehatan.

“Kita patut mengapresiasi pengalaman beberapa pesantren yang berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan atas dampak pandemi COVID-19,” kata Syamsuar

Pesantren juga memiliki kemampuan untuk menghadapi pandemi COVID-19 di tengah berbagai keterbatasan fasilitas yang dimilikinya.

Menurutnya modal utamanya adalah tradisi kedisiplinan dan sikap kehati-hatian yang selama ini diajarkan oleh para pimpinan pesantren (kiai/nyai) kepada santri-santrinya.

“Tidak lupa pula bahwa keteladanan mereka berkontribusi untuk mendorong para santri bersedia ikut vaksin yang saat ini sedang diprogramkan oleh pemerintah, ” jelasnya. (Apon)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer