Kamis, Maret 12, 2026
BerandaHeadlineMahligai Qur'an Ingin Mencetak Generasi Qur'ani dan Kampung Qur'an di Kampar

Mahligai Qur’an Ingin Mencetak Generasi Qur’ani dan Kampung Qur’an di Kampar

Kampar (Nadariau.com) – Mahligai Qur’an atau disingkat dengan MQ, baru saja masuki usia satu tahun berdiri di Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar.

Kendati demikian, lembaga tersebut sudah memiliki seratusan orang santri dan santriwati.

MQ dipimpin oleh Ustad Khairul Saleh, salah seorang pemuda setempat, konon kabarnya ia juga pernah menuntut ilmu ke Pulau Jawa.

Bertepatan dengan peringatan Nuzul Qur’an, MQ menggelar dauroh atau pelatihan untuk para santri.

Puluhan santri mengikuti dauroh, diadakan di dua tempat.

Lokasi Masjid Al Hidayah Pulau Gadang bagi santri laki-laki, dan di komplek MQ di Dusun II Pulau Gadang bagi santri perempuan sejak Rabu (28/4/2021) hingga Kamis (29/4/2021) malam.

Kegiatan tersebut guna mengantisipasi ancaman terhadap generasi muda sebagai akibat pengaruh negatif perkembangan zaman dan teknologi.

Dikhawatirkan banyak pihak terus berupaya melakukan pembinaan terhadap anak-anak sejak usia dini agar anak-anak cinta dengan kitab suci Al Qur’an.

Salah satu upaya itu dilakukan sebuah lembaga pendidikan Al Qur’an di sebuah desa di Kabupaten Kampar.

Mereka merupakan anak-anak penduduk setempat dan desa tetangga, diantaranya Desa Koto Masjid dan Lubuk Agung.

Selama dauroh para santri melakukan kegiatan ibadah wajib berjemaah, ibadah sunnah, sahur dan buka puasa bersama memperdalam belajar Al Qur’an serta lomba MTQ.

Lomba diselenggarakan seharian.

Seperti dikatakan Ustad Khairul Saleh, dalam pengarahannya ketika penutupan dauroh MQ mengatakan, dauroh yang diselenggarakan Mahligai Qur’an ini merupakan perdana dilakukan.

Diantara tujuan diadakan dauroh ini adalah dalam rangka meningkatkan kecintaan anak-anak sejak usia dini kepada Al Qur’an dan cinta kepada masjid.

Menurut Khairul, jika selama ini anak-anak tidak merasa masjid bukan tempat yang nyaman dan asik bagi mereka, maka dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat selama dauroh ini anak-anak tidak lagi merasa canggung dengan masjid.

Jika dulu banyak orang yang marah ketika anak-anak bermain di masjid, maka kedepan anak-anak tetap dibolehkan bermain di masjid, melakukan kegiatan yang tidak meruntuhkan kemuliaan masjid.

Melalui MQ anak-anak juga dikenalkan dengan Al Qur’an, dilatih dan menghafalkan Al Qur’an sshingga kedepan akan lahir genarasi yang Qur’ani dan calon-calon pemimpin yang Qur’ani.

Dalam kesempatan ini Ustad Khairul juga menyampaikan keinginan agar kedepan daerah Pulau Gadang dan sekitarnya menjadi Kampung Qur’an.

Sementara itu, Kepala Desa Pulau Gadang Syofian Datuk Majo Sati mengapresiasi apa yang dilakukan Ustad Khairul Saleh dan segenap guru-guru dan pengurus. Menurut Syofian, MQ saat ini masih merupakan suatu lembaga dibawah Yayasan Syekh Abu Bakar. Ia mengajak masyarakat untuk terus mendukung lembaga ini dan para guru santri agar semakin berkembang dan terwujud apa yang diinginkan.

Salah seorang perwakilan orang tua wali santri, Akhir Yani pada saat penutupan dauroh menyampaikan ucapan terima kasih kepada ustad dan ustazah MQ yang telah mendidik ratusan anak setiap hari di Pondok MQ Qur’an.

“Apa yang dilakukan ustad dan ustazah MQ sungguh luar biasa. Waktu-waktu di luar jam sekolah anak-anak semakin memiliki makna karena anak-anak bisa lebih dalam lagi belajar Al Qur’an, menghafal Al Qur’an dan kedepan menjadi generasi yang Qur’ani,” ujar Ketua PWI Kabupaten Kampar.

Tidak sampai di situ, untuk meningkatkan silaturahmi dan pemahaman kepada orang tua dan wali santri, pengurus MQ mengajak para orang tua wali santri mengikuti penutupan dauroh sekaligus buka puasa bersama.

Kamis malam, dilanjutkan dengan peringatan Nuzul Qur’an 1422 Hijriyah di Masjid Al Hidayah Pulau Gadang bersama Pemerintah Desa Pulau Gadang dan pengurus Masjid sekaligus pengumuman lomba dan penyerahan hadiah dan piagam bagi para pemenang (CR/NRC).

 

 

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer