Pekanbaru (Nadariau.com) – Hampir seluruh sungai kecil yang ada di Kota Pekanbaru meluap. Sehingga menyebabkan banjir di pemukiman penduduk.
Diantara sungai tersebut yaitu Sungai Sail, Sungai Sibam dan lain lain. Banjir ini disebabkan karena intensitas hujan turun sangat tinggi.
Parul warga Kelurahan Hitam mengaku rumahnya banjir sejak kemarin. Karena aliran Sungai Sibam terhambat akibat pendangkalan Sungai.
“Kami tetap bertahan di rumah, meski air sudah sedalam betis orang dewasa. Sebab kami harus menjaga barang barang didalam rumah,” kata Parul, Jumat (23/4/2021).
Hal senada juga dikatakan Ade warga Tenayan Raya. Dirinya terpaksa mengungsi ke posko bencana yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
“Air dari luapan Sungai Sail sudah naik kedalam rumah sejak kemarin. Jadi kami harus menyelamatkan diri ke posko bencana Pemprov Riau,” katanya.
Sementara, Gubernur Riau Syamsuar meminta kepada petugas posko, agar tetap memperhatikan warga yang tetap bertahan. Termasuk masalah buka dan sahur puasa.
“Ada juga warga tak mau, karena rumahnya bertingkat. Jadi saya ingatkan kepada petugas supaya makanan diantar ke rumahnya. Karena mereka juga butuh untuk berbuka dan sahur,” kata Gubri.
Syamsuar juga turun langsung ke lokasi banjir di sepanjang aliran Sungai Sibam. Saat berinteraksi dengan salah satu warga korban banjir, mengharapkan dilakukannya normalisasi Sungai Sail.
Menurut warga, dangkalnya sungai menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di wilayahnya.
Menanggapi hal itu, Gubri pun langsung merespon positif atas permintaan warga itu. Gubri pun berjanji akan segera berkomunikasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai.
Syamsuar bahkan juga berharap, nantinya tidak hanya Sungai Sail dikeruk, melainkan Sungai Batak yang juga terlihat dangkal. (nto)


