Kampar (Nadariau.com)- Objek wisata air terjun Batu Tilam belakangan menjadi buah bibir masyarakat Riau khususnya masyarakat yang dikenal dengan sebutan ocu Kampar.
Ditambah lagi kabarnya Ustadz Abdul Somad menyumbangkan dana ratusan juta untuk pembangunan objek wisata tersebut.
Persisnya objek wisata ini berada di Desa Kebun Tinggi, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar.
Seperti halnya diungkapkan Kepala Bidang Promosi Pariwisata, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pariwisata Kabupaten Kampar, David Hendra membeberkan asal kata Batu Tilam.
Menurut David, Batu Tilam dulunya ditemukan masyarakat pada zaman penjajahan belanda. Batu tersebut meyerupai tempat tidur (tilam), masyarakat kerap tidur diatasnya saat bersembunyi.
“Masyarakat berlindung di Goa saat zaman penjajahan Belanda, ketika itu menggunakan batu tersebut sebagai tempat tidur, makanya dinamakan Batu Tilam,” ungkap David kepada Nadariau.com, Rabu 14 April 2021.
Kendati demikian, David menyebut tak dapat memastikan tahun berapa objek wisata tersebut diberi nama.
“Perlu kajian dan pendalaman lagi terkait penjulukan Batu Tilam, saking barunya objek wisata ini kita tidak tau jelas tahun berapa tempat ini diberi julukan itu,” kata David.
Air terjun Batu Tilam berada di mulut Goa di deretan Bukit Barisan yang melintas di Kabupaten Kampar.
“Jarak tempuh menuju Batu Tilam kalau dari Bangkinang diperkirakan sejauh 128 Kilometer, dan kalau dari Kota Pekanbaru 160 Kilometer,” tutup David (Dika/DW).


