Meranti (Nadariau.com) – Sungguh menyentuh, H Muhamad Adil SH, Bupati Kepulauan Meranti Priode Ketiga, membeli semua dagangan seorang kakek penjual tikar di pinggir jalan Kota Selatpanjang. Alasannya, Adil merasa terharu melihat perjuangan hidup kakek itu dalam mencari nafkah.
Meskipun panas terik tampa rasa ragu dan simpatik orang nomor satu di negeri berjuluk Sagu tersebut Adil memborong seluruh barang dagangan seorang kakek yang berjualan tikar pandan di persimpangan Jalan Dorak – Banglas Selatpanjang, Ahad (21/3/2021).
Diakui bahwa, kakek yang bernama Usman berusia 77 tahun itu merupakan warga Sungai Tohor dan menetap di Kampung Baru, itu pun tidak lagi perlu berpanas-panasan-hujan dan berhari-hari menunggu pembeli di pinggir jalan. Karena seluruh barang dagangannya dibeli semua oleh orang nomor wahid di Kepulauan Meranti.
Meskipun bupati akan menghadiri agenda pertemuan dengan sejumlah dengan Kepala Sekolah SD dan SM Tiba di persimpangan Jalan Adil melihat kakek tersebut menjajakan dagangan tikarnya di tepi jalan.
Sontak saja, bupati meminta supirnya untuk menghentikan mobil dan menghampiri kakek tersebut lalu mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu rupiah dari dompetnya dan
memborong semua tikar pandan tersebut, serta meminta kakek itu diminta pulang untuk beristirahat.
“Saya sudah lama tidak ketemu bapak itu, makanya saya membeli semua dagangannya dan menyuruh dia pulang untuk istirahat mengingat kondisinya juga sudah lemah,” kata Bupati Meranti ini kepada Nadariau.com.
Kendati demikian, pria tua paruh baya tersebut, yang juga tuna netra itu mengaku telah melakoni pekerjaan tersebut sudah puluhan tahun hingga menjajakannya hingga ke luar kota Selatpanjang yakni di Bukit Batu dan Balai.
Sebagaimana diketahui, keuntungan dari sehelai tikar pandan yang jual seharga Rp50.000 itu tidak memadai, bahkan diakui adakalanya seharian jualannya itu tidak terjual sama sekali.
“Kadang satu hari laku 1 helai dapatlah untung Rp10.000, ada juga laku 2 helai dan dapatlah untung Rp20.000, tapi tak setiap harinya bisa laku. Bahkan ada seharian sama sekali tidak laku,” ungkap Usman menceritakan hal sedih kehidupanya kepada bupati. (Bom)


