Minggu, Februari 1, 2026
BerandaHeadlineKader JKN Tetap Semangat dan Fokus Meski Ditengah Masa Pandemik Covid-19

Kader JKN Tetap Semangat dan Fokus Meski Ditengah Masa Pandemik Covid-19

Pekanbaru (Nadariau.com) – Menjelang pukul 9 pagi, satu per satu kader mulai bergabung dan muncul di chatroom, istilah yang biasa digunakan dalam media konferensi video.

Meski tengah masa pandemik Covid-19, pertemuan monitoring dan evaluasi kinerja Kader JKN Triwulan I dilakukan secara daring. Ada sebelas kader yang hadir pada pertemuan yang diselenggarakan pada Rabu (15/04).

Melalui kesempatan ini, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru, Nora D Manurung, tak lupa menghimbau para kader untuk tetap menjaga kesehatan dan sebisa mungkin untuk tetap menjalankan standar perlindungan diri jika harus keluar rumah. Nora juga mengingatkan para kader mengenai tugas utama mereka di tahun 2020 ini.

“Tetap fokus untuk mengedukasi peserta. Meski kita tak bertatap muka, tapi tidak mengurangi makna dan menyurutkan kedekatan kita. Harapan saya juga kesempatan ini bisa digunakan sebaik-baiknya. Silakan sampaikan jika ada kendala di lapangan agar dapat dicarikan solusinya,” ungkap Nora.

“Dan selama masa Covid-19 ini, tolong tetap jaga kesehatan dan maksimalkan media-media lain seperti telepon atau sms dan aplikasi Whatsapp untuk tetap menjaga koneksi yang baik dengan peserta binaan kita,” lanjutnya.

Selain monitoring dan evaluasi kinerja kader periode Januari – Maret 2020 dan ajang berdiskusi, juga ada pengumuman kader-kader terbaik. Sebagai Kader Terbaik Triwulan I ini, Doni Martin pun berbagi tips dan trik kepada rekan-rekan kader lainnya. Semangat dan fokus menjadi kunci Doni dalam menjalankan tugas sebagai kader.

“Intinya fokus dan lakukan edukasi kepada peserta agar mereka mendapat pemahaman akan pentingnya BPJS (Kesehatan – red) dalam kehidupan kita. Dan jangan lupa untuk selalu ulangi follow up peserta binaan kita,” terang Kader JKN yang memiliki area binaan di Kelurahan Labuh Baru Timur, Pekanbaru ini.
Doni juga mengingatkan untuk menghindari menghubungi peserta di malam hari. Menurutnya, waktu-waktu itu kurang tepat dan bisa menimbulkan hubungan yang kurang baik dengan peserta binaan. (ind)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer