Sabtu, Januari 31, 2026
BerandaHeadlineBerkat Tempaan Hidup Keras, Sempat Bercita-Cita Jadi Insinyur Akhirnya Mursini Sukses Jadi...

Berkat Tempaan Hidup Keras, Sempat Bercita-Cita Jadi Insinyur Akhirnya Mursini Sukses Jadi Kepala Daerah

Kuansing (Nadariau.com) – Sebagian besar orang-orang hebat dan sukses dinegeri ini, awal dari perjalanan hidup yang dilaluinya, dilihat dari sisi ekonomi sangatlah sulit bahkan teramat sulit.

Namun, berkat ketekunan, keyakinan dan kemauan yang kuat, tempaan hidup yang keras yang dilalui membuat diri orang tersebut menjadi kuat dan akhirnya bisa meraih kesuksesan.

Kehidupan seperti itu pulalah yang dihadapi dan dirasakan oleh Drs H Mursini, M.Si Bupati Kuantan Singingi di masa hidupnya sebelum berhasil dan sukses menjadi bupati seperti sekarang ini.

Dari penuturan dirinya, tadi malam Ahad (29/12/2019) pada acara syukuran dihari ulang tahun kelahiran yang ke-61 dikediaman beliau, yang dibuat secara dadakan, dia menceritakan bahwa kehidupannya sewaktu kecil dirinya sangatlah susah.

Misalnya ketika menempuh pendidikan, pendidikan pertama yang dilaluinya adalah Sekolah Rakyat (SR) di Desa Seberang Gunung Kecamatan Gunung Toar.

Kemudian melanjutkan pendidikan ke Sekolah Teknik Negeri (STN) Teluk Kuantan selama tiga tahun.

Selama 3 tahun menempuh pendidikan di STN Teluk Kuantan untuk pergi kesekolah setiap hari ia mengendarai sepeda dengan jarak yang begitu jauh dan medan jalan yang sulit karena belum beraspal.

“Terkadang yang sangat susah itu bila hari hujan. Tanah banyak sekali lengket di roda sepeda, saya harus bersihkan dulu baru bisa dikayuhkan sepedanya kembali,” kenang Bupati Kuansing Mursini menceritakan kehidupannya sewaktu masa-masa sulit ketika menempuh pendidikan ditingkat SLTP di Teluk Kuantan dulunya.

Setelah menamatkan pendidikan di STN Teluk Kuantan, pria yang sejak kecil bercita-cita ingin menjadi insinyur ini, kemudian melanjutkan pendidikan ke STM Pekanbaru.

Juga banyak kehidupan sulit yang dilaluinya ketika menempuh pendidikan di STM tersebut. Namun berkat ketekunan dirinya, akhirnya kesemuanya itu bisa dilalui dan berhasil menamatkan pendidikan disana.

Namun, apalah hendak dikata cita-citanya yang besar ingin menjadi insinyur tersebut, akhirnya kandas ditengah jalan.

Penyebabnya, karena perguruan tinggi teknik ketika itu belum ada di Riau. Perguruan tinggi teknik yang ada di Sumatera kala itu hanya di Medan, Palembang dan di pulau Jawa.

“Untuk melanjutkan pendidikan ke Medan dan Palembang diperlukan dana Rp 250.000 dimana jika dinilai harga uang sekarang berkisar Rp 250.000.000.

“Terus terang keuangan saya waktu itu tidak ada sebanyak itu,” ujarnya mengingat perjuangannya yang kandas melanjutkan pendidikan di Fakultas Teknik dan meraih gelar insinyur.

Akhirnya ayah dua orang anak ini menerima kenyataan yang ada dan memilih melanjutkan pendidikan di jurusan sosiologi Fisipol UNRI yang notabene tentunya berubah seratus delapan puluh derajat dari ilmu yang dirinya dapat selama ini.

“Alhamdulillah saya berhasil meraih sarjana di Fisipol UNRI,” ujar suami Emi Safitri yang semasa kuliahnya tersebut selalu aktif dalam berorganisasi baik dalam lingkungan kampus/universitas maupun di luar kampus seperti di organisasi muhammadiyah dan lain sebagainya.

Berkat dirinya biasa berorganisasi ini pulalah mengantarkan Ketua PPP Provinsi Riau ini berhasil menjadi anggota DPRD Riau priode 1997-1999, 1999-2004, 2004-2009. Namun hanya berjalan dua tahun terus menjadi Wakil Bupati Kuantan Singingi priode 2006-2011.

Kemudian kembali menjadi anggota DPRD Riau priode 2014-2019 dan pada priode ini juga hanya berjalan dua tahun karena mencalonkan dirinya menjadi bupati dan terpilih bersama H Halim untuk priode 2016-2021.

“Tanpa terasa saat ini saya sudah mengemban amanah sebagai Bupati Kuantan Singingi selama 3,5 tahun. Masih tersisa waktu 1,5 tahun lagi,” sebutnya.

Disisa waktu masa pengabdian kami ini, ia mengharapkan kepada seluruh jajaran pemerintahan baik kepala perangkat daerah, pejabat administrator/pelaksana maupun staf untuk fokus bekerja.

Pahami segala peraturan yang ada mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai kepada pertanggungjawaban terhadap pekerjaan yang dilaksanakan.

“Sehingga program pembangunan yang kita laksanakan sesuai dengan visi dan misi kami dapat terlaksana dengan baik dan sukses,” tukas bupati berpesan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah DR Dianto Mampanini, SE MT yang didaulat memberikan sambutan mewakili pejabat yang hadir menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya usia Bupati Kuansing Mursini.

Menurutnya, kepemimpinan Mursini dirasakannya seperti kebapakan, jauh dari rasa atasan dan bawahan.

“Kami memdoakan bapak selalu diberikan kemudahan dalam menjalankan tugas dalam membangun daerah ini. Kami mendoakan bapak untuk bisa mewujutkan mimpi bapak membangun Kuansing dan kami siap mendukungnya,” tutup Sekda memberi dukungan.

Hadir pada acara syukuran atas kelahiran Bupati Kuantan Singingi Mursini ke-61 tersebut, para kepala perangkat daerah kepala bagian Setda, camat dan dari pihak keluarga Mursini. (AK)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer