Jumat, Maret 13, 2026
BerandaHeadlineDosen Unilak Raih Gelar Doktor, Disertasi Tentang Limbah Sawit Jadi Bio Oil

Dosen Unilak Raih Gelar Doktor, Disertasi Tentang Limbah Sawit Jadi Bio Oil

Pekanbaru (Nadariau.com) – Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning (Unilak) Dr Rina Novia Yanti SHut MSi yang mengambil studi doktor di prodi pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan (PSL), pada sekolah Pascasarjana di IPB University.

Sekarang beliau sudah berhasil meraih gelar doktor dengan hasil sangat memuaskan, Selasa (3/12).

Keberhasilan meraih gelar doktor setelah dirinya mampu mempertahankan disertasinya dengan judul konversi limbah padat kelapa sawit menjadi bio oil, menggunakan hidrotermal
Pirolisis dan catalytic cracking hydro deo oxygenation.

Penelitian dilakukan di Bogor dengan limbah sawit berupa tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang banyak terdapat di Provinsi Riau kemudian di ubah menjadi bio oil.

Hasilnya tujuh penguji memberikan apresiasi dan memuji karena memanfaatkan limbah TKKS menjadi energi terbarukan pengganti solar.

Tim penguji yaitu Dr Ir Sapta Raharja, DEA, Dr Saptadi Dermawan SHut MSi, dan sebagai dosen pembimbing Prof Dr Ir Erliza Hambali, Prof (R) Dr Gustan pari MSi dan Prof Dr Ani Suryani DEA.

Dihubungi saat usai Sidang Promosi Doktor, ia mengucapkan syukur alhamdulillah dapat menyelesaikan pendidikan doktor.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Rektor Unilak, Dekan Fahutan atas ijin yg diberikan untuk sekolah S3 di IPB, Yayasan Pendidikan Raja Ali Haji atas suportnya, Dirjen Dikti atas beasiswa yang diberikan, dan Rektor IPB University, Prodi PSL dan dosen dosen Unilak,” ucap Rina peraih beasiswa BPPDN (Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri) Dikti ini.

Ditambahkan Rina, kehadiran Rektor Unilak dan ketua Yasrah, Prof Dr Irwan Effendi sangat berkesan karena merupakan suport tersendiri baginya.

Ujian tertutup berlangsung 18 November lalu, hari ini promosi doktor memaparkan tentang keberhasilan hasil penelitian dihadapan akademisi IPB, peneliti luar IPB dan rekan sejawat.

“Kita tahu, di Riau banyak sekali limbah sawit. Saya akan merubah limbah tandan kosong kelapa sawit menjadi bio oil melalui proses upgrading menggunakan katalis (Senyawa untuk mempercepat reaksi),” sebutnya.

Sementara itu, Rektor Unilak Dr Junaidi SS MHum yang dihubungi langsung mengucapkan selamat, semoga ilmu yang didapat mampu membawa Unilak semakin unggul.

“Dengan bertambahnya jumlah doktor tentu semakin menguatkan Unilak. Kita terus mendorong dosen dosen Unilak untuk dapat melanjutkan studi,” kata Junaidi. (wid)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer