Minggu, September 27, 2026
BerandaHeadline16 Bulan Buron, Otak Pelarian 11 Tahanan Polres Kampar Akhirnya Ditangkap

16 Bulan Buron, Otak Pelarian 11 Tahanan Polres Kampar Akhirnya Ditangkap

Kampar (Nadariau.com) – Pelarian JA (41), salah satu dari 11 tahanan yang kabur dari sel tahanan Mapolres Kampar, akhirnya berakhir.

Setelah buron selama sekitar 16 bulan, pria yang disebut polisi sebagai otak utama pelarian massal tersebut berhasil ditangkap Tim Resmob Satreskrim Polres Kampar di Kecamatan Tapung, Jumat (25/9/2026).

JA diamankan sekitar pukul 15.00 WIB di sebuah rumah milik warga di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tapung. Lokasi persembunyiannya diketahui tidak jauh dari daerah asalnya di Desa Pancuran Gading, Kecamatan Tapung.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang melalui Kasat Reskrim AKP I Gede Yoga Eka Pranata mengatakan, penangkapan JA bermula dari informasi yang diterima petugas terkait keberadaannya.

Mendapat informasi tersebut, Tim Resmob langsung bergerak melakukan penyelidikan dan pengepungan terhadap lokasi yang dicurigai menjadi tempat persembunyian JA.

“Tim bergerak cepat, mengepung lokasi dan berhasil mengamankan JA tanpa perlawanan berarti,” kata AKP I Gede Yoga Eka Pranata, Sabtu (26/09/2026).

JA sebelumnya merupakan salah satu dari 11 tahanan yang melarikan diri dari sel tahanan Mapolres Kampar pada Rabu, 14 Mei 2025 sekitar pukul 02.00 WIB.

Pelarian tersebut memicu pengejaran besar-besaran terhadap para tahanan yang kabur dan menyebar ke sejumlah wilayah.

Dari hasil interogasi awal, polisi mengungkap bahwa aksi pelarian tersebut diduga telah direncanakan sekitar satu bulan sebelumnya.

JA mengaku mendapatkan gergaji besi dari seseorang berinisial GT. Alat tersebut kemudian digunakan untuk merusak bagian ventilasi besi sel tahanan hingga para tahanan dapat melarikan diri.

Tak berhenti di situ, setelah berhasil keluar dari Mapolres Kampar, JA diduga mengambil sepeda motor Honda Beat warna hitam milik warga untuk digunakan sebagai kendaraan melarikan diri.

JA kemudian menuju Palembang, Sumatera Selatan, dan tinggal di wilayah tersebut selama beberapa bulan. Setelah cukup lama berada di luar daerah, ia kembali ke Kabupaten Kampar dan memilih bersembunyi di wilayah Kecamatan Tapung.

Namun, persembunyian tersebut akhirnya terendus polisi.

“Kami tegaskan, JA adalah otak utama dari kaburnya 11 tahanan pada dini hari 14 Mei 2025. Selama 16 bulan kami tidak pernah menghentikan pengejaran,” kata Kasat.

Menurut Yoga, pengungkapan kasus tersebut belum berhenti pada penangkapan JA. Polisi masih melakukan pengembangan untuk menelusuri keberadaan GT yang disebut memberikan gergaji besi serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam aksi pelarian tersebut.

“Perencanaan dilakukan selama sebulan. Alat bantu didapatkan dari pihak luar. Bahkan saat kabur, ia mencuri kendaraan milik warga untuk meloloskan diri,” ujarnya.

Usai ditangkap, JA selanjutnya diserahkan kepada Satuan Reserse Narkoba Polres Kampar untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Sebelumnya, JA ditahan dalam perkara narkoba.

Selain perkara tersebut, penyidik juga akan mendalami dugaan tindak pidana lain yang dilakukan selama pelarian, termasuk dugaan keterlibatan dalam perencanaan pelarian dan pencurian kendaraan bermotor.

AKP Gede mengatakan, polisi tidak akan menghentikan pengejaran terhadap tahanan yang masih menjadi buronan.

“Sejauh apa pun lari, lama apa pun bersembunyi, nama tetap masuk daftar pencarian. Kami akan datang,” tutup AKP Gede.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer