Minggu, Mei 3, 2026
BerandaKepriSepi Pembeli, Pedagang Minta Gubernur Batalkan Proyek Strategis. Wahidin : Alihkan...

Sepi Pembeli, Pedagang Minta Gubernur Batalkan Proyek Strategis. Wahidin : Alihkan Untuk UMKM

Tanjungpinang, Nadariau.com – Kebijakan Strategis Gubernur Kepri atas Peminjaman 400 Milyar ke Bank BJB yang di Fokuskan pada Proyek Pembangunan Berskala Besar kembali mendapat kritik keras dari Organisasi Pedagang di Kota Tanjungpinang.

Dalam keterangannya, Wahidin selaku Ketua Pedagang Bandrek 36 dan juga Ketua Gebu Minang (Gerakan Ekonomi Budaya Minang) Kota Tanjungpinang menyesalkan sikap keras Gubernur Ansar ngotot melaksanakan Proyek Ratusan Milyar tersebut.

“Kita harus akui, ekonomi masyarakat lagi sulit. Sekarang berdagang sepi pembeli, bisa bertahan saja sudah syukur, karena beberapa juga sudah gulung tikar, akibat ga bisa bertahan, “Kata Wahidin.

Ditambahkan Wahidin, Situasi hari ini dengan sepinya pembeli mereka sekuat tenaga mempertahankan usahanya, namun tidak sedikit terjebak dengan hutang rentenir.

“Untuk mempertahankan usahanya hari ini, pedagang kecil seperti kita banyak terjebak dengan hutang rentenir untuk menambal pengeluaran operasioanal,” tambah Wahidin.

Beberapa waktu ini, dirinya kerap membaca kritikan keras sebuah LSM kepada Gubernur Kepri atas fokus pembangunan infrastruktur multiyears yang dilakukan menggunakan dana pinjaman sebesar 400 Milyar.

“Kami terdorong untuk ikut menyuarakan ini, karena yang kita baca adalah LSM JPKP menuntut agar Pinjaman 400 Milyar itu dialihkan untuk program yang bersentuhan langsung agar mampu membangkitkan ekonomi kita. Kita minta Gubernur Ansar Ahmad peka dengan kondisi hari ini, tolong jangan diabaikan. Tunda dulu proyek-proyek itu, buat program agar bisa bangkitkan UMKM,” ungkap Wahidin.

Kembali dikatakan Wahidin, hampir semua pedagang hari ini mengeluh dikarenakan sepinya pembeli.

“Bila semua pedagang ikut merasakan sepinya pembeli, berarti memang ekonomi masyarakat kita yang sedang lemah. Kita minta, Gubernur Kepri merasakan persoalan ini. Jangan pulak faham situasi, tapi implementasi kebijakan tidak menyentuh persoalan masyarakat yang mendasar. Pembangunan Proyek nanti dulu, Ekonomi masyarakat dulu benahi,” tegas Wahidin.

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer