Rokan Hilir ( Nadariau Com ) – Akibat kelangkaan bahan bakar minyak ( BBM ) sejenis Bensin atau pertalite terjadi di Bagan siapi-api, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir ( Rohil ) Riau masyarakat menjerit.
Tidak hanya menjerit bahkan mengeluh sudahlah ekonomi terasa sulit harga bahan bakar minyak eceran meningkat drastis.
Sebagaimana yang biasa satu liter harganya dua belas ribu ( 1,2000 ) rupiah kini mencapai dua puluh ribu (20.000 ) rupiah.
Bahkan, satu botol Aqua yang isinya satu liter setengah harganya mencapai tiga puluhan ribu atau empat puluh ribu rupiah.
Menurut beberapa pembeli di lokasi SPBU jalan Bintang yang merupakan milik Swasta bahwa semenjak terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak ( BBM ) harganya meningkat. Mereka menilai Bupati dan wakil Bupati kurang bijak memperhatikan kebutuhan masyarakat.
” Sebenarnya jika SPBU di Batu Empat (4) beroperasi seperti biasa bahan bakar minyak ( BBM ) tidak akan terjadi langka bahkan harganya tetap standar. Ini sudahlah sekarang keadaan ekonomi kita terasa sulit ditambah lagi minyak langka makin sulit serba sulit jadinya” , Katanya kepada Media ini Rabu 25 Maret 2026.
Selain itu mereka juga menunggu kebijakan dari pemegang saham BUMD PT SPRH agar SPBU di di Batu Empat ( 4 ) berjalan lancar, namun kata mereka jika tidak mampu mewujudkan kebutuhan masyarakat banyak dalam waktu dekat ini mereka juga meminta dengan tegas Pemegang saham silakan mundur teratur.
” Kami menunggu kebijakan pemegang saham PT SPRH BUMD yaitu Bapak Bupati apakah beliau sanggup mewujudkan kebutuhan masyarakat kita jika tidak mampu alangkah baik mundur,” Ungkapnya sambil menceritakan kesah keluh di Lokasi SPBU Jalan Bintang.
Sementara itu wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah ( DPRD ) Kabupaten Rokan Hilir ( Rohil ) Maston saat di konfirmasi wartawan mengatakan bahwa kelangkaan minyak BBM khususnya di Bagansiapi api lantaran penutupan SPBU yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Menurut Maston akibat penutupan SPBU milik daerah seringkali memicu keresahan masyarakat karena mengurangi akses BBM berdampak pada masyarkat tidak mencukupi untuk kebutuhan masyarakat itu sendiri.
” Sulitnya BBM hingga lebaran ke 5 ini membuat silaturahmi dan ekonomi tidak berjalan akibat kelangkaan minyak harusnya SPBU milik daerah hadir dalam penyediaan minyak untuk masyarakat karena masih ada uang modal (PI ) yang bisa dipergunakan,” Ungkapnya.
Kata Maston bahwa dirinya sangat kwatir jika terlalu lama kelangkaan minyak yang tidak terpenuhi kebutuhan masyarakat akan berdampak sosial khususnya pada masyarakat yang ada dibagan siapiapi.
Dia berharap pemegang saham Bupati Rohil beserta direksi dan pengurus PT. SPRH agar bisa hadir menjadi obat pada masyarakat yang konon katanya BBM mencapai angka 20rb perliter.
” Rakyat jangan dipersulit lagi mari bersama-sama kita mencari solusi agar jangan dikira masyarakat kita hanya tinggal diam,” Tegasnya.
Selain itu Maston juga merasa heran lantaran dana PI masih ada tetapi tidak digunakan.
” Seharusnya dana PI masih ada kenapa itu tidak menjadi solusi atau BUMD ambil alih kalau tidak yakin dengan SPBUÂ dan apalagi yang dikhawatirkan. Saya prihatin kenapa ini bisa terjadi dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama agar persoalan menjadi lebih ringan serta menjadi solusi.” Jelasnya.
Maston menambahkan seharusnya kelangkaan minyak tidak terjadi ke masyarakat seolah olah memberatkan kepada masyarakat.
” Ini adalah bagian tanggung jawab kita bersama. Kita harus lebih antisipasi menghadapi segala kemungkinan yang terjadi dengan dampak geopolitk hingga bisa berdampak di daerah. dengan antisipasi seandainya ada kenaikan harga BBM , ketersedian pangan serta ekonomi di daerah pemda harus peka dan menyadari dampak yang bisa terjadi lebih luasnya mengambil langkah Kedepan,” Pungkasnya.( ***).


