Pekanbaru (Nadariau.com) – Mantan Anggota DPRD Riau Syamsurizal diduga telah menjual anggaran Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan fiktif ke kontraktor. Tujuannya untuk menghimpun dana pencalonan legislatif atau pencalegan tahun 2024 silam.
Olo, warga Pekanbaru, salah seorang kontraktor merasa dirugikan puluhan juta, karena berharap akan mendapatkan pekerjaan. Namun hingga hari ini pekerjaan itu hanya janji ke janji, tapi kenyataannya tidak ada.
“Kami merasa sudah tertipu oleh Syamsurizal. Karena proyek Pokir yang sudah di janjikan ratusan kali hingga hari ini tidak ada. Jika tidak dibayarkan sampai hari Senin besok, maka kita akan melaporkan beliau ke kepolisian,” kata Olo, Rabu (25/3/2026).
Olo menjelaskan, akhir 2023 lalu, Syamsurizal melalui Tenaga Ahli (TA) Komisi V DPRD Riau Faizal Umar menawarkan pengerjaan Pokir beliau. TA ini memberikan puluhan data Pokir Komisi V yang tersebar di Provinsi Riau dan menyakinkan bahwa Pokir itu milik terduga.
Kemudian, TA itu menyuruh memilih proyek dan daerah yang diinginkan. Selanjutnya membayar fee proyek di depan, karena Syamsurizal sedang menghimpun dana untuk pencalonan Caleg periode ketiga. Sementara kegiatan akan dimulai sebelum pemilihan Legislatif 27 Februari 2024.
Setelah disepakati, maka dilakukan pembayaran sebanyak dua kali kepada Faizal, dengan alasan Syamsurizal membutuhkan dana. Namun dalam perjalanan korban hanya diberi print out data Pokir, kemudian disuruh meminta ke dinas.
Merasa percaya diri, korban langsung meminta ke dinas yang dituju. Namun orang dinas menolak, karena Faizal sudah sering menjual proyek yang tidak jelas. Sementara Faizal sendiri tidak berani mengurus langsung ke dinas.
“Akhirnya dengan berbagai cara, kita dapat juga satu proyek di daerah Rohul, padahal sebelumnya disepakati di Pekanbaru. Sisanya dijanjikan dan kita diminta jangan cemas, karena kegiatan masih banyak lagi, termasuk di UPT PUPR juga masih ada,” jelas Olo menyampaikan seperti apa yang disampaikan Syamsurizal melalui Faizal kepada dirinya.
Sementara setelah diminta pertanggungjawaban Faizal, beliau yang saat ini menjadi Tenaga Ahli Anggota DPR RI Dapil Riau tersebut tidak mau bertanggungjawab. Karena Faizal telah menyerahkan dana yang didapat secara langsung ke Syamsurizal.
“Tak mungkin saya akan membayarkannya dengan uang gaji saya. Saat itu saya paling dapat hanya sebagian kecil,” kata Faizal selaku penghubung yang selalu menyembunyikan alamat dan nomor handphone Syamsurizal.
Hingga berita ini dinaikkan, pihak media masih berusaha untuk mengonfirmasi Syamsurizal. (tim)


