Pekanbaru (Nadariau.com) – Upaya pencegahan balap liar di malam Ramadan dilakukan dengan cara berbeda dan kreatif oleh Polresta Pekanbaru dan Polsek Jajaran.
Alih-alih mengedepankan penindakan, jajaran kepolisian menghadirkan wadah kompetisi resmi melalui Perlombaan Balap Lari Berkhidmat 100 Meter yang digelar di Komplek Stadion KH Nasution, depan Venue Sport Center Atletik, Rumbai, Kota Pekanbaru, Sabtu (21/2/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dipimpin langsung Kapolsek Rumbai, Kompol Budi Pramana, S.Psi, didampingi Kasat Samapta Polresta Pekanbaru AKP Ade Santoso, SH, Kapolsek Senapelan Kompol Dwi Krismiyati, SH, Kapolsek Rumbai Barat AKP Rejoice Benedicto Manalu, S.TrK., S, serta Kapolsek SKP IPTU Teddy Kusuma, SH, SE, MH, C.Med.
Sebanyak sekitar 350 peserta ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka terdiri dari peserta umum hingga kalangan pelajar, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Antusiasme para peserta dan masyarakat yang hadir menjadikan suasana malam Ramadan di kawasan Rumbai terasa berbeda lebih semarak, namun tetap tertib dan kondusif.
Kapolresta Pekanbaru, Muharman Artha, melalui Kapolsek Rumbai Kompol Budi Pramana menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan serentak di tiga titik lokasi, yakni Stadion Kaharudin Nasution, Stadion Utama Riau, serta Taman Labuai di samping Purna MTQ Kota Pekanbaru.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari pendekatan preventif kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas selama bulan suci Ramadan.
“Kegiatan ini menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi secara sportif. Kami ingin memastikan malam Ramadan tetap aman, tertib, dan kondusif,” kata Kompol Budi.
Ia menegaskan bahwa pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penindakan semata. Dengan menyediakan ruang kompetisi yang sehat dan resmi, potensi balap liar di jalan umum dapat ditekan secara signifikan.
“Kami ingin mengantisipasi balap liar yang biasanya meningkat saat Ramadan. Dengan adanya lomba ini, mereka punya ruang resmi untuk berkompetisi tanpa membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain,” jelasnya.
Tak hanya perlombaan, kegiatan juga diisi dengan edukasi dan sosialisasi kamtibmas kepada para peserta dan masyarakat yang hadir. Selain itu, kampanye green policing turut disampaikan sebagai bentuk komitmen kepolisian terhadap pelestarian lingkungan.
Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang tidak hanya menerima hadiah, tetapi juga bibit pohon sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan dan ajakan untuk ikut menjaga kelestarian alam.
“Dengan pendekatan preventif dan partisipatif ini, kita berharap potensi gangguan keamanan, khususnya balap liar, dapat diminimalisir selama bulan suci Ramadan,” tutupnya.(sony)


