Pekanbaru (Nadariau.com) – Komitmen melestarikan budaya Melayu ditunjukkan secara konkret oleh Polda Riau. Dalam sebuah apel yang digelar di halaman Mapolda Riau, Jalan Pattimura, Jumat (20/2/2026), secara resmi diluncurkan penggunaan tanjak dan selempang bagi seluruh personel.
Program ini akan diterapkan rutin setiap hari Jumat oleh sekitar 11.000 personel Polda Riau yang bertugas di seluruh wilayah Provinsi Riau.
Apel peluncuran dipimpin Kepala Biro SDM Polda Riau, Kombes Pol Boy Jackson Situmorang, serta dihadiri jajaran pejabat utama, perwakilan pemerintah daerah, dan tokoh adat Melayu. Turut hadir Ketua Harian Lembaga Adat Melayu Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.
Dalam amanatnya, Kombes Pol Boy Jackson Situmorang menegaskan bahwa tanjak dan selempang bukan sekadar atribut seremonial, melainkan simbol nilai dan tanggung jawab moral yang melekat pada setiap insan Bhayangkara.
“Tanjak dimaknai sebagai simbol marwah dan kehormatan, sementara selempang melambangkan amanah yang harus dipikul dengan keberanian, kejujuran, dan keteguhan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penggunaan atribut adat ini menegaskan dua dimensi tanggung jawab anggota Polri, yakni tanggung jawab konstitusional sebagai penegak hukum serta tanggung jawab kultural sebagai bagian dari masyarakat Melayu. Implementasinya diarahkan untuk memperkuat pelayanan publik yang humanis, responsif, dan berkeadilan.
Menurutnya, pemahaman dan penghormatan terhadap identitas budaya lokal akan menumbuhkan kedekatan sosial antara Polri dan masyarakat. Kedekatan tersebut diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik, yang merupakan legitimasi utama dalam setiap tindakan kepolisian.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menyebut kebijakan ini sebagai representasi Polri yang mencintai budaya di tempatnya bertugas.
“Setiap hari Jumat, sekitar 11 ribu personel Polda Riau dan jajaran akan mengenakan tanjak dan selempang sebagai bentuk implementasi penghormatan terhadap budaya Melayu,” tegasnya.
Ketua Harian LAM Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, turut mengapresiasi langkah tersebut. Ia menilai Polda Riau menjadi salah satu institusi vertikal pertama yang mengadopsi simbol budaya Melayu sebagai bagian dari identitas kelembagaan.
“Ini pilihan tepat di abad budaya. Polda Riau berada di garis depan dalam menjaga marwah Melayu. Kami dari lembaga adat siap mendukung penuh agar nilai-nilai kebudayaan terus hidup dan mengakar dalam pelayanan publik,” tuturnya.
Peluncuran penggunaan tanjak dan selempang ini diharapkan tidak hanya memperindah tampilan personel, tetapi juga memperkokoh komitmen moral Polri agar tetap profesional dalam bertugas, humanis dalam melayani, serta berakar kuat pada nilai-nilai luhur Melayu demi terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Riau.(sony)


