Senin, Februari 16, 2026
BerandaHeadlineYRHW Soroti Dugaan Perambahan Kawasan Hutan HPK di Rohil

YRHW Soroti Dugaan Perambahan Kawasan Hutan HPK di Rohil

Green Policing Polda Riau Dipertanyakan

Pekanbaru (nadariau.com) – Yayasan Riau Hijau Watch (YRHW) menyoroti dugaan perambahan kawasan hutan produksi untuk konversi (HPK) untuk perkebunan di Kepenghuluan Sungai Daun, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Perambahan di Sungai Daun Kecamatan Pasir Limau Kapas, Rohil tersebut telah lama berlangsung yang anehnya tidak ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

“Bahkan saat ini perambahan kawasan HPK di Sungai Daun Kecamatan Pasir Limau Kapas Rohil yang diduga dilakukan HP tengah berjalan, padahal Kapolda Riau lagi gencar-gencar nya dalam melaksanakan program Green Policing dalam upaya pelestarian alam namun semangat Green Policing Kapolda Riau diduga tidak tidak dilaksanakan dengan baik di wilayah Rohil, karena pelaku diduga dengan inisial HP bebas merambah kawasan HPK,” ujar Ketua YRHW Tri Yusteng Putra, Minggu (15/2/26).

Kami dari YRHW meminta Kapolda Riau agar menurunkan tim agar bisa menindak dugaan perusakan kawasan hutan di Sungai Daun Kecamatan Pasir Limau Kapas karena YRHW tidak melihat keseriusan aparat setempat, baik Polsek dan polres untuk menindak tegas pelaku perusakan kawasan hutan HPK.

“Bila perlu Kapolda periksa apakah ada oknum yang terlibat karena pelaku bisa bebas merusak kawasan hutan HPK tanpa ditindak.”

Dikatakan Tri Yusteng, pihaknya sangat mendukung program green policing Kapolda Riau dengan slogan ‘menjaga tuah melindungi marwah’ dengan semangat menjaga alam dan lingkungan, namun jika ada oknum-oknum yang terlibat atau melakukan pembiaran perusakan alam dan hutan sebaiknya Kapolda Riau harus bentuk tim investigasi kenapa perusakan kawasan hutan HPK di Sungai Daun, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Rohil ini bisa aman tanpa tersentuh hukum.

“Jika ditemukan keterlibatan oknum kepolisian maka kapolda harus berani menindak tegas oknum tersebut karena jangan sampai program pak Kapolda (hanya) menjadi seremonial (belaka) dan pertanyaan publik, seriuskah green policing Polda Riau ini?” kata Yusteng. (tim)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer