Pekanbaru (Nadariau.com) – Batik Kiambang Bertaut dan Puan Aspekraf kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional dengan tampil memukau pada Taipei International Fashion Week (TIFW), Jumat, 31 Januari 2026.
Kolaborasi ini menghadirkan busana formal attire rancangan Designer Irna Juita yang dipadukan dengan Batik Kiambang Bertaut karya Syarifah Aida, disaksikan ratusan penonton di panggung megah Taipei.
Acara bergengsi yang diselenggarakan oleh Benjamin Thong ini menjadi ajang pertemuan pelaku industri mode dari berbagai negara. Batik Riau kembali mencuri perhatian dunia melalui motif Bunga Peudada khas Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang ditampilkan dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan akar tradisi.
Designer Irna Juita mengatakan, kolaborasi ini merupakan upaya nyata membawa warisan budaya Indonesia ke level global.
“Saya ingin menunjukkan bahwa batik daerah, khususnya Batik Riau, sangat relevan untuk busana formal internasional. Kolaborasi dengan Batik Kiambang Bertaut menjadi bukti bahwa tradisi dan modernitas bisa berjalan beriringan,” ujar Irna Juita, Minggu, 1 Februari 2026.
Sementara itu, Syarifah Aida, selaku penggagas Batik Kiambang Bertaut, menjelaskan bahwa motif bunga Peudada dipilih karena sarat makna filosofis.
“Peudada adalah simbol ketahanan dan keindahan alam Indragiri Hilir. Kami ingin dunia mengenal batik tidak hanya sebagai kain, tetapi sebagai cerita dan identitas budaya,” katanya.
Sebanyak delapan model internasional yang tergabung dalam Puan Aspekraf turut memperagakan koleksi tersebut. Mereka berasal dari Taipei, Malaysia, Jakarta, dan Semarang, yakni Kusriah, Davina, Michelin, Jovena, Precious, Deborah, Danya dan Shaw Jing, yang tampil elegan dan berhasil memukau penonton (alin)


