Pekanbaru (nadariau.com) – Himpunan Pelajar Mahasiswa Rokan Hilir (Hipemarohi) menduga ada anggaran siluman dalam Anggaran Pendapatan Belanja Kepenghuluan (APBKep) Rohil tahun 2025 yaitu anggaran untuk kegiatan aplikasi Si Koncang yang diduga berdasarkan arahan ketua asosiasi pemerintahan desa seluruh indonesia (apdesi) Rohil
Menurut Presiden Hipemarohi Akas Virmandi, aplikasi si koncang itu tidak aktif sudah lama, aneh saja jikatersebut aksakan untuk di anggarkan di desa-desa di Rohil, hal ini terjadi diduga atas arahan ketua Apdesi Rohil kepada penghulu padahal. Dari tahun 2025 sampai saat ini juga tidak ada yang jalan jadi untuk apa dianggarkan di APBKep tersebut.
Lanjut Akas, patut diduga adanya permainan antara pemerintahan desa dengan vendor Sikoncang karena aplikasi tersebut berjalan tapi anehnya kegiatan itu justru diarahkan untuk dianggarkan oleh ketua Apdesi Rohil pada APBKep tahun 2025.
Kami dari Hipemarohi akan pertanyakan hal tersebut kepada Apdesi Rohil, kenapa meminta kepenghuluan untuk menganggarkan Sikoncang? Kita sama-sama tau kok aplikasi (Sikoncang) itu tidak berjalan sejak lama dan kenapa dinas PMD Rohil tidak mengawasi. Hal ini perlu ditelusuri karena kami menduga ada kongkalikong atas anggaran untuk aplikasi Sikoncang.
Jika tidak ada transparansi maka kami akan suarakan ini di Kejati Riau dan Polda Riau agar penggunaan APBDes Rohil 2025 segera diusut karena kami duga ada anggaran siluman yaitu aplikasi Sikoncang. (tim)


