Pekanbaru (Nadariau.com) – Manajemen New Paragon KTV Pool and Cafe angkat bicara terkait video viral yang diduga memperlihatkan kontes waria di salah satu room tempat hiburan malam (THM) tersebut.
Pihak manajemen menegaskan tidak pernah memberikan izin dan mengaku kecolongan atas kejadian tersebut.
Asisten Manajer New Paragon, Sofwan, mengatakan bahwa room yang digunakan pada Minggu malam (25/01/2026) awalnya dipesan oleh tamu untuk acara ulang tahun. Manajemen, tidak mengetahui adanya aktivitas lain di dalam room tersebut.
“Memang benar mereka memesan room untuk acara ulang tahun. Tapi apa yang terjadi di dalam ruangan itu di luar sepengetahuan kami. Dari manajemen, kami sama sekali tidak tahu,” kata Sofwan saat dikonfirmasi, Kamis (28/01/2026) malam.
Sofwan menegaskan, pihaknya memiliki aturan ketat terkait pengawasan pengunjung. Bahkan, manajemen disebut sangat tegas terhadap aktivitas yang dinilai melanggar norma maupun aturan internal tempat hiburan.
“Kami paling anti dengan kejadian seperti ini. Kalau kami tahu, pasti langsung kami hentikan. Ke depan, pengawasan akan kami perketat lagi. Ini jadi pembelajaran yang sangat berharga bagi kami. Kami tidak pernah mengizinkan aktivitas seperti itu dan akan kami larang,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa manajemen telah menerapkan sistem pengawasan rutin di setiap room. Setiap tamu yang masuk akan didampingi karyawan, serta dilakukan pengecekan secara berkala.
“Saat room mulai digunakan, karyawan kami mendampingi. Lalu dua jam sekali karyawan masuk untuk melihat situasi. Setelah itu, tidak masuk lagi kecuali ada laporan,” tutup Sofwan.
Sebelumnya, sebuah video berdurasi singkat beredar luas di media sosial dan menjadi viral. Video tersebut diduga menampilkan kontes waria di salah satu room THM di Kota Pekanbaru.
Dalam video yang diunggah pada Senin (26/01/2026), terlihat sejumlah orang diduga waria mengenakan kostum serba merah dan berkumpul di dalam ruangan.
Akun TikTok @welia398 yang mengunggah video tersebut menuliskan caption bernada penolakan, menyebut kegiatan itu tidak pantas dan bertentangan dengan nilai budaya Melayu.
Pada unggahan lainnya, terlihat momen penyerahan piala kepada salah satu peserta, sehingga memunculkan spekulasi bahwa telah berlangsung sebuah kontes di dalam room tersebut.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, menyatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Mohon waktu, akan kami cek terkait informasi tersebut,” ujarnya singkat melalui pesan tertulis, Rabu (28/01/2026).(sony)


