Kamis, Januari 29, 2026
BerandaHeadlinePesan Terakhir Karyawan Kafe di Pekanbaru Viral, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur...

Pesan Terakhir Karyawan Kafe di Pekanbaru Viral, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Pidana

Pekanbaru (Nadariau.com) – Pesan terakhir yang diduga ditulis SH, seorang karyawan kafe di Kota Pekanbaru, menjadi perbincangan luas di media sosial usai ia ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Thamrin, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Sail, Minggu (18/1/2026) pagi.

Dalam pesan yang beredar, SH menyampaikan permohonan maaf kepada orang-orang terdekatnya. Ia juga mengungkapkan tekanan ekonomi yang tengah dihadapinya, termasuk pengakuan telah mengambil uang kasir tempatnya bekerja sebesar Rp3 juta serta menyebut sepeda motornya telah digadaikan dengan nilai lebih dari Rp8 juta.

Pesan tersebut turut berisi penyesalan atas kebiasaan yang disebut-sebut memperburuk kondisi keuangannya, sekaligus menjadi peringatan bagi orang lain agar tidak terjerumus ke dalam praktik judi online.

Peristiwa penemuan jenazah SH pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian. Informasi tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah.

Menurut AKP Anggi, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat melakukan panggilan video dengan salah satu saksi yang juga merupakan pemilik tempatnya bekerja. Namun, dalam komunikasi tersebut, korban tidak memberikan respons meski telah dipanggil berulang kali.

“Sekitar pukul 08.00 WIB, seorang saksi bernama Abi yang hendak berangkat bekerja melihat korban sudah tergeletak di sekitar lokasi,” ujar AKP Anggi, Senin (19/1/2026).

Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Sekitar satu jam kemudian, Tim Identifikasi (Inafis) Polresta Pekanbaru bersama piket SPKT tiba dan melakukan pemeriksaan awal.

Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban serta menemukan sebuah catatan yang diduga berkaitan dengan pesan yang kini beredar luas di media sosial. Namun, berdasarkan pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi keterlibatan pihak lain.

“Dari hasil pemeriksaan di lokasi, tidak ditemukan unsur tindak pidana,” tegas AKP Anggi.

Pihak keluarga korban diketahui telah membuat surat pernyataan resmi menolak dilakukan visum et repertum dan memilih mengurus proses pemakaman secara mandiri dengan bantuan warga sekitar.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, SH diketahui tengah mengalami tekanan ekonomi dalam beberapa waktu terakhir. Polisi juga menerima informasi awal terkait dugaan kebiasaan korban bermain judi online, meski hal tersebut masih dalam tahap pendalaman.

“Kami masih melengkapi keterangan saksi-saksi untuk keperluan laporan,” pungkas AKP Anggi.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer