Pekanbaru (nadariau.com) – Pembangunan lapas kelas IIA Bagansiapiapi masih mendapat sorotan tajam dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Rokan Hilir (Hipemarohi).
Hal ini dikatakan Akas Virmandi selaku Presiden Hipemarohi terkait adanya pernyataan Kanwil Ditjen Pas Riau bahwa pembangunan lapas kelas IIA Bagansiapiapi mendapat pendampingan dari PUTR Rokan Hilir dan BPKP perwakilan Riau.
Menurut Akas, pernyataan Maizar selaku Kanwil Ditjen Pas Riau itu tidak benar karena hasil pertemuan tim kami dengan Kepala BPKP perwakilan Riau Efendi Sihombing menyatakan jika BPKP tidak pernah melakukan pendampingan terhadap proyek pembangunan lapas kelas IIA Bagansiapiapi. BPKP menurut Efendi Sihombing sifatnya hanya auditor. Dari BPKP juga kami banyak mendapatkan informasi terkait proyek itu karena kami telah menyampaikan temuan kami terkait dugaan permainan spek yang terjadi dalam proyek lapas kelas IIA Bagansiapiapi tersebut.
Hal sama juga kami dapatkan saat berdiskusi dengan pihak PUTR Rokan Hilir. Kabid Bina Marga Tito Satri yang kami temui mengatakan bahwa PUTR Rohil secara kelembagaan tidak terlibat apapun terkait pembangunan itu. Namun diakuinya ada pegawai PU yang diminta perusahaan pelaksana sebagai pendamping. Artinya itu (pendampingan) bukan secara kelembagaan tapi personal, ujar Akas.
“Tentunya kami dari Hipemarohi mempertanyakan motivasi Kanwil Ditjen Pas Riau terkait pernyataan adanya pendampingan PUTR dan BPKP dalam proyek lapas kelas IIA Bagansiapiapi ini, apakah untuk menutupi dugaan kebobrokan pembangunan proyek tersebut atau ada motivasi lain, hal ini perlu dijelaskan oleh Kanwil Ditjen Pas Riau karena sampai mencatut nama instusi lain,” ujar Akas.
Kami juga menyayangkan tindakan Kanwil Ditjen Pas Riau ini karena terkesan pasang badan terkait dugaan temuan kami dalam proyek pembangunan lapas ini karena berani mencatut institusi lain mengikuti pendampingan padahal faktanya tidak demikian, harusnya kanwil Ditjen pas Riau lebih terbuka dengan ada temuan ini misalnya dengan menindaklanjuti ke lapangan karena lapas ini mau dipakai lama jadi tidak bisa dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spek seperti dugaan kami, tutup Akas.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pembangunan lapas kelas llA Bagansiapiapi yang dikerjakan CV Cahaya Nusantara Sukses dengan anggaran mencapai Rp48 miliar lebih diduga tidak sesuai spek.
Pembangunan lapas yang terletak di jalan lintas Sumatra Kecamatan Tanah Putih diduga terjadi permainan dalam pembesian pondasi.
Sementara itu, Kanwil Ditjen pas Riau Maizar yang dikonfirmasi melalui WhatsApp terkait adanya dugaan pengerjaan lapas Bagansiapiapi tidak sesuai spek, Maizar terkesan kurang menanggapinya mengingat proyek tersebut menurutnya telah dilakukan pendampingan oleh PUTR Rohil dan BPKP Perwakilan Riau. (tim)


