Kamis, Februari 12, 2026
BerandaRegionalPekanbaruPraktisi hukum : jika ditemukan kelalaian hukum harus di selesaikan dengan hukum

Praktisi hukum : jika ditemukan kelalaian hukum harus di selesaikan dengan hukum

Pekanbaru ( Nadariau Com ) – Salah se orang praktisi hukum Riau Budi Haryanto mengatakan terkait turap roboh milik unilak ini jika di temukan kelalaian hukum harus di selesaikan dengan hukum juga. Ujarnya kepada media ini Minggu 13/9/2025.

Menurut Budi turap roboh yang baru di bangun unilak ini tentunya patut di pertanyakan kenapa bisa terjadi apakah tidak ada ahli di unilak yang di libatkan sehingga terjadi dugaan gagal kontruksi atau ada permainan kontraktor yang mengerjakan tidak sesuai spek ujar pengacara kondang Riau ini.

” Unilak ini rumah kita bersama tentunya harus kita jaga dari ulah ulah nakal oknum yang bermain dalam kegiatan pembangunan turap tersebut karena ini telah merugikan masyarakat karna akses jalan mereka terganggu dan memalukan unilak hanya sekedar bangun turap kecil sampai gagal kontruksi padahal unilak punya ahli ahli kontruksi kenapa tidak di libatkan mereka ujar mantan aktifis unilak dan ketua kopma unilak 2002.” Jelasnya.

Lanjut Budi terkait anggaran yang telah di kucurkan unilak untuk membangun turap yang roboh ini harus di pertanggung jawabkan oleh rektor lantaran telah menghabiskan anggaran kampus yang bersumber dari mahasiswa.

Apalagi kata budi beredar isu diluar ada dugaan anggaran yang turun dari unilak tidak sesuai dengan anggaran yang di kucurkan kepada  pemborong hal ini juga perlu di klarifikasi rektor atau ketua yayasan pendidikan raja Ali haji.

” Saat ini unilak harus mengecek kualitas kerjaan pemborong itu libatkan tenaga ahli unilak sehingga akan di ketahui apakah ada permainan spek oleh pemborong karna ada dugaan mengarah sana sehingga umur turap itu hanya seumur jagung.” Tambahnya.

Praksi Hukum itu juga menegaskan,Jika di temukan adanya dugaan permainan spek oleh pemborong rektor harus segera buat laporan kepada penegak hukum karena sudah di rugikan.

” Namun jika di temukan permainan spek tapi rektor tetap bungkam patut diduga anggaran yang di alokasikan dari unilak lebih besar dari yang di terima pemborong itu mengandung kebenaran sehingga memaksa rektor tidak menyelesaikan dengan  jalur hukum.” Pungkasnya.

Sementara saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp pimpinan unilak melalui wakil rektor 2 dan ketua yayasan pendidikan raja Ali haji terkait penggunaan anggaran pembangunan turap belum ada jawaban hingga berita ini di publish. ( Olo ).

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer