Sabtu, Januari 31, 2026
BerandaHeadlineWarga Pesajian Bongkar PETI dengan Sukarela, Kapolres Inhu : Bukti Kesadaran Bersama

Warga Pesajian Bongkar PETI dengan Sukarela, Kapolres Inhu : Bukti Kesadaran Bersama

Inhu (Nadariau.com) – Pendekatan persuasif yang dilakukan Kapolres Indragiri Hulu (Inhu) AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si bersama Bupati Inhu Ade Agus Hartanto, S.Sos., M.Si membuahkan hasil gemilang.

Warga Desa Pesajian, Kecamatan Batang Peranap, dengan penuh kesadaran membongkar sendiri peralatan tambang emas tanpa izin (PETI) yang selama ini beroperasi di wilayah mereka.

Kegiatan berlangsung Sabtu (23/08/2025) pagi sejak pukul 10.00 WIB hingga 18.00 WIB. Tim gabungan Polres Inhu dan Polsek Peranap, dipimpin KBO Sat Reskrim Polres Inhu Ipda Riki Rahmadi bersama Kanit Reskrim Polsek Peranap Ipda Yusmar serta 10 personel lainnya, menempuh perjalanan 100 km melewati jalan terjal menuju lokasi.

Namun sesampainya di Desa Pesajian, pemandangan mengejutkan menyambut mereka. Warga sudah lebih dahulu berkumpul dengan semangat gotong royong untuk ikut membongkar peralatan tambang.

Di lokasi ditemukan sekitar 30 unit rakit atau pocay beserta pondok-pondok pekerja. Tanpa paksaan, 12 unit pocay langsung dibongkar bersama aparat, sementara sisanya dijadwalkan dibersihkan pada hari berikutnya.

Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar mengapresiasi langkah warga yang menanggapi imbauan aparat dan pemerintah dengan bijak.

“Alhamdulillah, imbauan yang kami sampaikan bersama Bupati disambut baik. Tidak hanya berhenti menambang, masyarakat bahkan membongkar sendiri peralatan PETI yang ada. Ini wujud kesadaran kolektif yang patut diapresiasi,” kata Kapolres, Minggu (24/08/2025).

Senada, Bupati Inhu Ade Agus Hartanto menegaskan bahwa pemerintah tidak sekadar melarang, tetapi juga menyiapkan solusi. Pemprov Riau saat ini tengah merancang regulasi pertambangan rakyat agar aktivitas bisa berjalan dengan tata kelola lingkungan yang lebih bertanggung jawab.

“Kita ingin masyarakat tetap bisa bekerja, tetapi dengan cara yang aman dan legal. Jadi bukan sekadar melarang, melainkan mencari jalan keluar yang terbaik,” tegas Bupati.

Hingga sore, penertiban berlangsung aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. Tidak ada ketegangan, justru yang terlihat adalah semangat bersama menjaga kelestarian alam.

Apa yang terjadi di Desa Pesajian menjadi contoh nyata bahwa pendekatan dialog, persuasif, dan sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat jauh lebih efektif dibandingkan tindakan represif.

Satu demi satu pocay yang dibongkar warga kini menjadi simbol awal perubahan, bahwa menjaga bumi bisa dilakukan dengan kesadaran, tanpa paksaan.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer