Tanjungpinang, Nadariau.com – Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Pekan Budaya Nusantara 2025 di halaman gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Tanjungpinang, pada Sabtu (23/8/2025).
Kegiatan ini menampilkan berbagai pertunjukan kebudayaan dari berbagai suku di Nusantara dengan sangat meriah dan melibatkan 17 sanggar yang ada di Kepri serta generasi muda SMA Negeri 04 Tanjungpinang.
Dalam hal ini, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga di Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Ismunandar menyampaikan kegiatan Pekan Budaya Nusantara sangat baik dengan berbagai ragam mengenalkan Kepulauan Riau sebagai miniatur Indonesia.
“Jadi saya kira sangat baik kalau kemudian berbagai suku bangsa yang ada disini saling menampilkan budayanya jadi saling hormat menghormati, sangat menunjukkan Bhinneka Tunggal Ika,”terangnya
Ditempat yang sama juga, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri, Juramadi Esram mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan program tahunan dinasnya dalam rangka melestarikan dan mengenalkan kebudayaan kepada masyarakat luas.
“Kegiatan ini sebagai wadah berhimpunnya seluruh paguyuban yang ada di Kepri, jadi ini belum semua karena keterbatasan waktu,”ungkapnya.
Dengan adanya kegiatan seperti Pekan Budaya Nusantara, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal dan menghargai kebudayaan nusantara, serta generasi muda dapat terinspirasi untuk melestarikan warisan budaya bangsa.
“Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah provinsi Kepri dalam melestarikan kebudayaan sebagai bagian dari identitas bangsa,”ujarnya.
Selain itu, ia mengucapkan rasa terima kasih karena kegiatan Pekan Budaya Nusantara 2025 di dukung oleh Legislator dalam dukungan Anggaran.
“Alhamdulillah, kegiatan tahun ini kita mendapat dukungan penuh dari Pak Bobby Jayanto, Sekretaris Komisi 4 DPRD Provinsi Kepri,” ungkapnya.
Sementara itu, Bobby Jayanto mengungkapkan bahwa kebudayaan merupakan identitas atau jati diri bangsa yang patut dijaga dan dilestarikan karena merupakan ciri khas yang membedakan suatu bangsa dari bangsa lain.
“Dinas Kebudayaan ini memang mitra kerja kita, dan kita mendorong penuh agar kebudayaan di Kepri dapat dilestarikan,” pungkasnya.


