Pekanbaru (Nada Riau Com ) Turap yang dibangun pihak Universitas Lancang Kuning (UNILAK) beberapa waktu lalu sangat memperhatikan dan dikeluhkan oleh warga RT 02 RW 12 Umban dan masyarakat pengguna jalan tersebut. Hal ini dikarenakan kualitas turap yang telah dikerjakan tersebuti kondisinya memprihatinkan dan diragukan kualitasnya karena sudah miring. Hal tersebut dikatakan Putra selaku RT 02, Selasa 19/8/2022.
Menurut Putra, turap tersebut selain sudah miring sejak awal pembangunan, penyangga parit sudah bergerak dan rusak saat ini. Hal ini diduga terjadi karena pergeseran pergeseran turap yang dibangun miring sehingga berakibat kepada terjadinya kerusakan penyangga parit pada turap tersebut.
Lanjut Putra, kondisi penyangga parit ini rusak diduga karena efek hujan yang terjadi beberapa hari ini, sehingga turap miring yang sudah diragukan kualitas nya dari awal menunjukkan akan runtuh diduga tidak kuat menyangga beban di atas nya yaitu tebing yang sudah longsor, karena cara pekerjaan tidak melihat kondisi keadaan alam dan jurang yang telah dikerjakan sehingga sebagian pembuatan beton tersebut tidak kokoh.
Dalam kesempatan tersebut kami warga RT 02 mengucapkan terima kasih kepada pihak Unilak sudah merespon untuk membangun turap akan tetapi pekerjaan pembangunan turap mungkin kurang teliti agar tidak longsor
Melihat kondisi turap ini dan cuaca musim penghujan mengkhawatirkan akan longsor, hal ini dikarenakan diatas turap tersebut kondisi tanah telah longsor dan pepohonan telah ditebang Jika terjadi longsor di musim hujan ini, mampukah turap miring ini menahan tanah dari atas?
Karena jika turap itu tidak mampu menahannya dan terjadi longsor, tentunya akan mengganggu akses jalan warga mengingat lokasinya bersebelahan dengan jalan yang biasa digunakan warga sekitar.
Untuk itu kami berharap Pimpinan UNILAK segera benahi turap tersebut agar ketika terjadi longsor di musim hujan seperti saat ini, turap tersebut kuat menahan beban tanah dari atas sehingga tidak merugikan masyarakat.
Jika Pimpinan UNILAK tidak peduli dengan kondisi turap ini, tentunya tidak menutup kemungkinan masyarakat akan protes secara langsung kepada UNILAK.
Saat di konfirmasi rektor unilak Junaidi melalui pesan WhatsApp terkait keluhan turap unilak oleh warga setempat no hp telah di blokir. ( SY ).


