Kamis, Februari 12, 2026
BerandaHeadlineTim Dosen Unilak Latih Warga Kualu Olah Limbah Kulit Nanas Jadi Nata...

Tim Dosen Unilak Latih Warga Kualu Olah Limbah Kulit Nanas Jadi Nata de Pina

Kampar (Nadariau.com) – Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, selama ini dikenal sebagai sentra penghasil nanas terbesar di Riau. Sayangnya, selain menghasilkan buah segar dan keripik nanas, desa ini juga menghadapi masalah serius berupa limbah kulit nanas yang melimpah dan selama ini terbuang percuma.

Menjawab persoalan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning (Unilak) turun langsung memberikan solusi. Kegiatan yang digelar pada Jumat (8/8/2025) ini diketuai oleh Dr. Vonny Indah Sari, S.TP., M.P, bersama dua dosen anggota yakni Dra. Neng Susi, M.P dan Hanifah Ulfah Azzahro, S.TP., M.Si, serta melibatkan mahasiswa.

Dengan mengusung tema “Peningkatan Pengetahuan Melalui Pelatihan Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas dalam Pembuatan Nata de Pina”, tim dosen Unilak membekali para pelaku UMKM setempat, termasuk UMKM Restu, dengan keterampilan mengolah limbah kulit nanas menjadi produk bergizi tinggi, yaitu nata de pina.

Menurut Dr. Vonny, nata de pina memiliki potensi besar untuk dikembangkan, karena proses pembuatannya sederhana, mirip dengan nata de coco, namun menggunakan kulit nanas sebagai bahan utama. Produk ini tidak hanya bernilai jual tinggi, tetapi juga menyehatkan karena kaya serat dan dapat dijadikan makanan diet.

“Selama ini kulit nanas hanya terbuang begitu saja, padahal bisa diolah menjadi produk pangan fungsional yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis,” ujarnya.

Dengan jumlah limbah kulit nanas yang melimpah, peluang pengembangan industri nata de pina di Kualu Nenas dinilai sangat terbuka. Selain menambah ragam produk turunan nanas, inovasi ini juga mampu mengurangi dampak pencemaran organik serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Tim dosen Unilak berharap, pelatihan ini tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga mendorong warga Kualu Nenas untuk mengembangkan usaha berbasis limbah ramah lingkungan.

“Ini sejalan dengan program pemerintah dalam mengubah limbah menjadi produk bermanfaat sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan,” tambah Hanifah Ulfah.

Dengan pengolahan kreatif dan prinsip ramah lingkungan, limbah kulit nanas kini tidak lagi menjadi masalah, melainkan bisa menjadi sumber peluang ekonomi baru.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer