Pekanbaru (Nadariau.com) – Gerak cepat kembali diperlihatkan Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah perbatasan Riau-Sumatera Barat.
Meski berada di luar wilayah hukumnya, AKBP Boby tetap berjibaku memadamkan api demi mencegah meluasnya bencana, Sabtu (19/07/2025) siang.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di Jalan Lintas Sumbar-Riau Km 110–111, tepatnya di Nagari Tanjung Pauh, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten 50 Kota. Lokasi yang sangat dekat dengan wilayah hukum Polsek XIII Koto Kampar membuat Kapolres Kampar langsung memimpin tim menuju lokasi.
“Titik api berada di wilayah Sumbar, namun sangat dekat dengan area kami. Jika dibiarkan, bisa berdampak ke wilayah Riau. Kami tak bisa menunggu,” tegas AKBP Boby.
Kebakaran terpantau melalui aplikasi Lancang Kuning di koordinat 0.2502923, 100.7876596. Api melalap sekitar dua hektare lahan yang terdiri dari semak belukar dan kebun sawit.
Turut mendampingi dalam peninjauan lapangan sejumlah pejabat utama dari Polda Riau dan Polres Kampar, antara lain Wadir Krimsus Polda Riau AKBP Basa Emben Banjarnahor, Wakapolres Kampar Kompol Andi Cakra Putra, Kabag Ops Kompol Romi Irwansyah, serta Kapolsek XIII Koto Kampar IPTU Edi Candra.
Upaya pemadaman dilakukan tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Kampar, Dinas Pemadam Kebakaran Kecamatan XIII Koto Kampar, BPBD, serta tiga personel Masyarakat Peduli Api (MPA). Berkat kesigapan dan kerja sama lintas instansi, api berhasil dijinakkan sebelum menjalar lebih jauh.
Meski api telah padam, tim tetap melanjutkan proses penyisiran dan pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa. Langkah ini penting untuk mencegah potensi penyalaan ulang yang bisa memperparah situasi.
“Selain pemadaman, kami juga tengah menyelidiki pemilik lahan ini. Jika ditemukan unsur kelalaian atau kesengajaan, tentu akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ungkap AKBP Boby.
Aksi sigap lintas batas wilayah ini menjadi bukti nyata pentingnya sinergi dan kepekaan antarlembaga dalam menghadapi ancaman karhutla. Ketegasan, kolaborasi, dan kecepatan adalah kunci mencegah bencana yang lebih besar.(sony)


