Pekanbaru (Nadariau.com) – Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman diwakili oleh Kadis Perpustakaan dan Arsip (Dipersip) Riau Dr Hj Rahima Erna melaunching duta baca Provinsi Riau, Pemasyarakatan Perpustakaan dan minat baca di Auditorium H Wan Ghalib gedung Pustaka Soeman HS Pekanbaru, Rabu (11/07/2018).
Gubernur menjelaskan, sesuai data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia saat ini sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.
Riset yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada Maret tahun 2006, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke 60 dari 61 negara, terkait minat baca.
Artinya Indonesia persis berada dibawah Thailand (59) dan diatas Bostwana (61).
“Padahal, dari segi penilaian infrastruktur untuk mendukung membaca peringkat Indonesia berada diatas negara negara Eropa,” kata Gubernur Riau yang disampaikan oleh Kadispersip Riau.
Berdasarkan kondisi seperti diatas, Pemerintah Provinsi Riau perlu melakukan upaya upaya promosi perpustakaan. Dan peningkatan gemar membaca dalam masyarakat, dalam rangka terwujudnya masyarakat pembelajar sepanjang hayat.
Salah satu strategi Pemerinta Provinsi Riau dalam memotivasi mempercepat tumbuhnya budaya gemar membaca dilingkungan masyarakat adalah dengan pendekatan terwujudnya “Public Figur” dan atau “Role Model Motivator”, yaitu berupa Duta Baca Daerah.
Duta baca daerah akan menjadi mitra perpustakaan dan sekaligus sebagai motivator, motor dan figure keteladanan dalam rangka mendorong minat baca serta kegemaran membaca masyarakat.
Duta Baca Daerah bertugas, disamping sebagai motivator daerah dalam rangka peningkatan minat baca masyarakat, juga untuk memperkuat perpustakaan, seiring dengan mengkampanyekan ‘Gerakan nasional pembudayaan kegemaran membaca’ secara sinergis dan berkelanjutan.
“Diharapkan Duta Baca Daerah mampu menjadi panutan/idola dilingkungan masyarakat dalam rangka terwujudnya visi perpustakaan nasional. Yakni ‘Indonesia Gemar Membaca 2019’,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Dipersip Riau menyerahkan trophy dan sertifikat pemenang kegiatan. Kemudian mengadakan lomba perpustakaan desa terbaik, Lomba perpustakaan sekolah tingkat SLTA/Madrasah terbaik,
Pustakawan berprestasi terbaik tahun 2018 serta pelantikan Forum Literasi Remaja Provinsi Riau. (ind)


