Rokan Hilir, Nadariau Com – Gapoktan jaya bersama Ke Penghulu Sungai Besar, Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) merasa kecewa dengan pengurus pertanian Rokan Baru, Pesisir.
Pasalnya instruksi kepala dinas pertanian Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) di baikan oleh Pengurus Pertanian Rokan Baru, Pesisir yaitu Jarwo.
Instruksi kepala dinas pertanian tersebut saat Gapoktan jaya bersama Sungai Besar melakukan panen padi dengan luas lahan 375 hektar, Kepala dinas Pertanian arahkan Gapoktan Jaya Bersama untuk pinjam pake mesin panen atau odong-odong kepada Pengurus Pertanian Rokan Baru, Pesisir.
Namun arahan atau perintah kepala dinas pertanian Kabupaten Rokan Hilir itu sama sekali tidak di respons oleh pengurus Pertanian Rokan Baru, Pesisir.
” Kepala Dinas pertanian Kabupaten Rokan Hilir menyuruh kita untuk meminjam pake mesin panen atau odong-odong dengan pengurus pertanian Rokan Baru Pesisir atas nama Jarwo. Setelah di hubungi sama sekali tidak ada responsnya padahal kami sangat membutuhkan mesin panen ini untuk memanen hasil padi kami,” kata salah seorang pengurus Gapoktan jaya bersama Sungai Besar kepada media ini Senin 25 Februari 2025, di Bagansiapiapi.
Meskipun pengurus Gapoktan jaya bersama Sungai Besar berkali-kali menghubungi pengurus pertanian Rokan Baru Pesisir, tidak pernah merespons tetapi pengurus Gapoktan jaya bersama Sungai Besar tidak sampai di situ saja.
Bahkan, Pengurus Gapoktan jaya bersama Sungai Besar itu berkunjung ke rumah pengurus pertanian Rokan Baru Pesisir.
Sesampainya pengurus Gapoktan jaya bersama di rumah pengurus pertanian Rokan Baru Pesisir, tetapi istri Pengurus Pertanian Rokan Baru Pesisir itu bilang bahwa suaminya tidak ada di rumah.
” Tapi istrinya mengarahkan kami ketemu Iwan dan Eli maka terjadilah kesepakatan untuk menyurvei lahan kami,” ujarnya.
Setelah di survei kata pengurus Gapoktan jaya bersama hasil survei lahan padi Gapoktan jaya bersama Sungai Besar sangat mendukung dan memuaskan.
” Kemudian mereka bilang cukup ini saja di survei karena hasilnya sudah sangat mendukung . dan kami juga membuat perjanjian 13% untuk sewa mesin panen atau odong-odong.” Ucapnya.
Selain itu pengurus Gapoktan jaya bersama Sungai Besar kembali menghubungi pengurusnya soal rolling mesin panen lantaran kalo di rolling menggunakan terado.
” Saya menghubungi dia menanyakan uang rolingnya di antar atau di terima di tempat tapi setelah di hubungi masing-masing mereka tidak ada yang merespons tentunya kita sangat-sangat di kecewakan apa lagi ini perintah kepala dinas pertanian Kabupaten Rokan (Rohil),” Ungkapnya.
Menurutnya bahwa Jarwo tidak cocok jadi pengurus pertanian Rokan Baru lantaran perintah kepala dinas pertanian diabaikannya.
Tidak hanya itu bahkan ada informasinya mesin panen bantuan dari pemerintah untuk pertanian Rokan Baru Pesisir di pinjam pakekkan ke Teluk Pulau Hilir dan Kubu.
” Kalo memang betul informasi ini Kenapa bang Jarwo tidak peduli dengan kecamatan sendiri malah mesin panennya di pekerjakan ketempat orang lain pula,” imbuhnya.
Dia menambahkan bahwa Gapoktan jaya bersama Sungai Besar meminta dinas pertanian Kabupaten Rokan Hilir untuk menonaktifkan Jarwo sebagai pengurus Pertanian Rokan Baru.
” Kita juga berharap dinas terkait atau berwenang bantuan yang di terima Jarwo harus di kembalikan ke dinas pertanian karena kita menilai dia tidak memikirkan nasib petani sendiri,” Pungkasnya.***


