Selasa, Februari 17, 2026
BerandaIndeksEkonomiGelar PKM di Desa Kualu Nenas, ini yang dilakukan Dosen Fakultas Pertanian...

Gelar PKM di Desa Kualu Nenas, ini yang dilakukan Dosen Fakultas Pertanian Unilak

Kampar (Nadariau.com) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang terdiri dari dosen Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning (Unilak) yang diketuai oleh Dr Vonny Indah Sari, S.TP, M.P dengan beranggotakan 2 orang dosen yaitu Hanifah Ulfah Azzahro S.TP, M.Si dan Desma Harmaidi, S.E, M.Si serta 1 orang dosen sebagai nara sumber ibu Dra Neng Susi, M.P melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Riau, Sabtu (14/09/2024).

Dengan skema pengabdian yaitu Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dan Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, kegiatan pengabdian ini mengusung tema Upaya Peningkatan Ekonomi Keluarga: Diversifikasi dan Teknologi Pengemasan Produk dan Olahan Nenas Menuju Industri Kecil Berkelanjutan.

Praktek pembuatan produk olahan nenas oleh tim PKM

Desa Kualu Nenas, sesuai namanya daerah ini merupakan sentra penghasil nenas di Kabupaten Kampar Propinsi Riau. Saat ini nenas yang berasal dari desa Kualu Nenas ini lebih banyak dijual segar atau dijadikan olahan kripik nenas.

Permasalahan yang terjadi adalah jumlah nanas yang melimpah terutama di musim panen raya tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal dan menyebabkan nenas yang tidak terjual akan menumpuk dan busuk.

Hasil pemantauan ke lapangan dan wawancara yang dilakukan dengan mitra diperoleh bahwa mitra menginginkan solusi permasalahan yang berhubungan dengan diversifikasi produk olahan nanas, teknologi pengemasan yang tepat agar nanas bisa tahan lama dan tetap aman dikonsumsi serta bagaimana metode pemasaran yang efektif untuk produk olahan nanas.

Yang terjadi saat ini nanas yang diolah menjadi kripik nanas dikemas sederhana dan dijual ke pusat oleh-oleh di Kota Pekanbaru yang nantinya akan dijual kembali menggunakan merk dagang dari pusat oleh-oleh tersebut. Sedangkan nenas segar dijual didepan kios.

Kurangnya pembimbingan dan penyuluhan serta tidak adanya kelompok petani atau koperasi yang menampung olahan nenas di desa tersebut membuat mitra harus mencari sendiri tempat pemasaran produk mereka. Selain itu kondisi yang sepi pembeli mungkin juga disebabkan karena kurang beragamnya produk olahan dan minimnya teknologi yang mereka terima. Belum ada olahan turunan nanas lainnya yang dibuat selain kripik nanas.

Nanas dapat dibuat menjadi berbagai macam produk olahan turunan selain kripik nanas antara lain dapat berupa selai nanas, sirup nanas, leather fruit nanas, manisan nanas, saribuah nanas, slice pineapple (nanas kaleng), Tropical Fruit Salad (TFS), Pineapple Juce Concentrate (PJC). Berbagai olahan produk hilir nanas tersebut dapat memberikan nilai tambah yang tinggi terhadap nanas segar yang dihasilkan. Selain itu sampah kulit nanas yang dihasilkan dari pengolahan buah nanas dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku pembuatan sabun cair kulit nanas

Kabupaten Kampar merupakan daerah di Propinsi Riau yang memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha nanas karena merupakan kabupaten kedua terbanyak memproduksi nanas. Nanas Kabupaten Kampar dihasilkan dari Kecamatan Tambang dengan produksi nanas 9000 ton/tahun dan tertinggi pada Tahun 2021 yaitu sebesar 65.587,5 ton.  Produksi nanas di Kabupaten Kampar khususnya Desa Kualu Nenas berpotensi untuk dikembangkan menjadi sentra produksi nanas di Kabupaten Kampar dan Propinsi Riau yang dapat menjadi sumber perekonomian lokal dan pendapatan masyarakat. Dalam menunjang hal tersebut solusi yang dapat ditawarkan adalah diversifikasi olahan nanas, teknologi pengemasan yang tepat dan mengembangkan metode pemasaran agar produk oalahan nanas dapat dikenal luas dan menjadi salah satu alternatif buah tangan bagi para wisatawan yang mengunjungi daerah kabupaten maupun kota di Riau.

Ketua tim pengabdian Dr. Vonny Indah Sari, S.TP, M.P mengatakan, untuk mengangkat permasalahan yang terjadi pada UMKM olahan nenas maka solusi dari permasalahan tersebut adalah diadakannya pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan mengenai diversifikasi produk olahan nenas dari mulai olahan buah nanas menjadi beberapa produk seperti sari buah nanas (Sarhunas) Selai nanas (Senas), Nanas segar dalam kemasan botolan (Naslan) hingga limbah kulit nanas yang diolah menjadi sabun cuci piring kulit nanas (Sakulnas).

“Para pelaku UMKM diajarkan cara pengolahan berbagai macam produk olahan dari nanas dan kulit nanas, belajar tentang teknologi pengemasan yaitu bagaimana cara pengemasan yang baik, aman, praktis dan terjamin serta tahan lama. Selain itu mitra yang terdiri dari ibu-ibu pemilik UMKM nenas juga diberi pengetahuan tentang jaminan mutu produk olahan nenas,” kata Dr. Vonny Indah Sari, S.TP, M.P.

Peserta belajar juga tentang Good Manufacturing Praktices (GMP) yaitu bagaimana caranya agar sanitasi atau kebersihan saat memproduksi terjamin sehingga produk yang dihasilkan bersih dan aman dari kontaminan, Yang tidak kalah pentingnya adalah pembelajaran tentang strategi pemasaran di era serba digital sekarang ini. Bagaimana cara mendaftarkan produk kita pada aplikasi social media seperti shopee, market place, tokopedia, Blibli, dll yang merupakan salah satu cara promosi atau pemasaran produk yang efektif dan efisien karena jangkauan wilayahnya lebih luas dan dapat dilihat oleh seluruh kalangan masyarakat.

“Terakhir peserta di ajarkan bagaimana membuat pembukuan sederhana yang baik dan mudah dimengerti. Pelatihan diawali dengan pemaparan materi dan dilanjutkan dengan praktik pembuatan produk olahan nanas dan limbah kulit nanas. Tahap akhir dari kegiatan pengabdian ini adalah penyerahan alat dan bahan yang dapat digunakan oleh peserta untuk memproduksi olahan nenas maupun olahan kulit nenas,” tutup Dr. Vonny Indah Sari, S.TP, M.P.(sony)

Ketua tim pengabdian Dr. Vonny Indah Sari, S.TP, M.P alat dan bahan pengolahan nenas kepada Desa Kulau nenas dalam hal ini diwakili oleh bapak Ilham selaku Sekretris Desa Kulau Nenas.
BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer