Sabtu, Oktober 17, 2026
BerandaHeadlineUsung Proyek Smart Farming Melon Premium, Lembaga Wakaf UMRI Tembus Global Investor...

Usung Proyek Smart Farming Melon Premium, Lembaga Wakaf UMRI Tembus Global Investor Forum 2026

Pekanbaru (Nadariau.com) – Lembaga Wakaf Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) terus mendorong transformasi wakaf produktif melalui inovasi pertanian modern berbasis teknologi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dalam Global Investor Forum 2026 dengan membawa proyek Smart Farming Melon Premium (berbasis Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan Big Data senilai Rp18,4 miliar.

Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis Lembaga Wakaf UMRI dalam memperkenalkan potensi pengembangan aset wakaf yang produktif, inovatif dan berkelanjutan kepada investor, sekaligus membuka peluang kemitraan untuk memperkuat peran wakaf dalam pembangunan ekonomi riil.

Lembaga Wakaf UMRI yang dibina dan mendapat arahan langsung dari Rektor UMRI, Dr. H. Saidul Amin, M.A., tercatat sebagai satu-satunya lembaga wakaf dari Provinsi Riau yang lolos mengikuti forum tersebut.

Capaian ini menjadi peluang bagi UMRI untuk memperkenalkan model pengelolaan wakaf produktif yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam, teknologi, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Presentasi proyek berlangsung pada Jumat (16/10/2026) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat. Lembaga Wakaf UMRI diwakili oleh Muhammad Syahrullah, Muhammad Lisman, Marabona Munthe dan Mizan Asnawi untuk memaparkan konsep, potensi, serta prospek pengembangan proyek di hadapan para investor dari berbagai negara.

Proyek Smart Farming Melon Premium dirancang sebagai perkebunan modern yang mengintegrasikan teknologi digital dalam proses budidaya dan pengelolaan pertanian. Rencana pengembangannya mencakup pembangunan 100 unit greenhouse di atas lahan seluas lima hektare.

Pemanfaatan teknologi IoT, AI, dan Big Data dirancang untuk mendukung sistem budidaya yang lebih terukur, efisien, dan berbasis data. Melalui integrasi teknologi tersebut, pemantauan kondisi tanaman, pengelolaan lingkungan tumbuh, serta pengambilan keputusan dalam proses produksi diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal.

Tidak hanya berorientasi pada produksi pertanian, proyek ini juga mengusung konsep agrowisata dan wisata edukasi. Dengan demikian, kawasan perkebunan direncanakan menjadi ruang yang menggabungkan kegiatan pertanian modern, rekreasi, dan pembelajaran teknologi pertanian bagi masyarakat, pelajar, mahasiswa, serta pengunjung.

Pengembangan konsep terintegrasi ini diharapkan mampu menciptakan beragam sumber pendapatan, mulai dari produksi dan pemasaran melon premium hingga layanan wisata dan edukasi pertanian.

Diversifikasi usaha tersebut menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan nilai ekonomi aset yang dikelola sekaligus menjaga keberlanjutan manfaat wakaf.

Sekretaris Lembaga Wakaf UMRI, Muhammad Lisman, menjelaskan bahwa proyek tersebut dirancang untuk menghadirkan model perkebunan melon premium modern yang terintegrasi dengan agrowisata dan wisata edukasi di Kota Pekanbaru.

“Proyek ini kami rancang sebagai pengembangan perkebunan melon premium berbasis smart farming yang terintegrasi dengan agrowisata dan wisata edukasi. Kami ingin menghadirkan model pertanian modern yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memiliki nilai edukasi, peluang usaha, dan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Lisman.

Ia menambahkan, pengembangan proyek ini merupakan bagian dari upaya Lembaga Wakaf UMRI untuk memperluas kontribusi wakaf dalam sektor ekonomi produktif.

Menurutnya, wakaf memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui pengelolaan aset yang profesional, inovatif, transparan, dan berorientasi pada penciptaan manfaat jangka panjang.

“Keikutsertaan kami dalam Global Investor Forum 2026 menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan potensi proyek wakaf produktif UMRI kepada investor. Kami berharap forum ini dapat membuka peluang kemitraan strategis dalam merealisasikan proyek dengan nilai investasi Rp18,4 miliar ini,” tambahnya.

Keikutsertaan Lembaga Wakaf UMRI dalam forum investasi tersebut sekaligus memperkuat upaya pengembangan model wakaf yang tidak hanya berorientasi pada pemeliharaan aset, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah ekonomi dan manfaat sosial.

Melalui pendekatan ini, wakaf diharapkan mampu berkontribusi lebih luas terhadap pengembangan usaha produktif, peningkatan keterampilan, dan pemberdayaan masyarakat.

Apabila terealisasi sesuai dengan perencanaan, pembangunan 100 unit greenhouse di atas lahan lima hektare berpotensi menghadirkan model pertanian melon premium berbasis teknologi yang terintegrasi dengan sektor pariwisata edukatif di Pekanbaru.

Langkah ini sejalan dengan komitmen UMRI untuk terus mengembangkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Melalui penguatan wakaf produktif, UMRI berupaya menghadirkan pengelolaan aset yang amanah dan profesional, sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi yang inovatif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi umat serta masyarakat luas. (alin)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer