Minggu, Oktober 11, 2026
BerandaNasionalAsahan SumutPara Wisudawan 199 Sarjana IAIDU Asahan Diberi Pembekalan untuk Menjawab Perubahan Zaman

Para Wisudawan 199 Sarjana IAIDU Asahan Diberi Pembekalan untuk Menjawab Perubahan Zaman

Kisaran (Nadariau.com) – Sebanyak 199 sarjana Institut Agama Islam Daar Al Uluum (IAIDU) Asahan Kisaran resmi menyelesaikan pendidikan pada Wisuda Angkatan XXXVI Tahun Akademik 2026/2027.

Berasal dari enam program studi, para lulusan tersebut kini memasuki fase baru untuk menerapkan keilmuan sekaligus nilai-nilai yang diperoleh selama berada di bangku perguruan tinggi.

Wisuda yang berlangsung di Aula Hotel Sabty Garden Kisaran, Kamis (24/09/2026), tersebut menjadi momentum pertemuan antara capaian akademik dan tantangan baru yang akan dihadapi para lulusan di tengah perkembangan masyarakat, teknologi, dan dunia kerja.

Dari 199 lulusan tersebut, sebanyak 105 orang berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), 19 orang dari Manajemen Pendidikan Islam (MPI), 9 orang dari Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), 30 orang dari Hukum Keluarga Islam (HKI), 14 orang dari Hukum Ekonomi Syariah (HES), serta 22 orang dari Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).

Keragaman bidang keilmuan tersebut menjadi salah satu modal bagi IAIDU Asahan dalam menyiapkan lulusan dengan latar kompetensi yang beragam, namun tetap berada dalam lingkungan pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai Islam.

Rektor IAIDU Asahan, Assoc. Prof. Dr. Hj. Nilasari Siagian, S.H., S.Pd.I., M.H., mengatakan perjalanan pendidikan para lulusan tidak berhenti pada seremoni wisuda. Integritas dan kemauan untuk terus belajar harus tetap menjadi bagian dari perjalanan mereka setelah menyandang gelar sarjana.

Ia meminta para lulusan menjaga integritas dalam kondisi apa pun, terus belajar sepanjang hayat, dan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dengan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Perubahan Kampus, Nilai Dasar Tetap Dipertahankan

Di tengah lahirnya 199 sarjana baru, IAIDU Asahan sendiri sedang berada dalam fase pengembangan kelembagaan.

Pada Agustus 2026, IAIDU Asahan telah melaksanakan Asesmen Lapangan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Subdit Kelembagaan sebagai bagian dari proses alih bentuk dari institut menjadi universitas. Informasi mengenai proses tersebut juga menjadi salah satu perhatian utama dalam pemberitaan media mengenai wisuda tahun ini.

Pembina Daar Al Uluum, Buya Drs. H.A. Muin Isma Nasution, mengingatkan agar perubahan tersebut tidak membuat IAIDU kehilangan identitasnya.

Menurutnya, pengembangan kelembagaan, akademik, dan teknologi harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai pendidikan Islam dan kepesantrenan yang selama ini menjadi fondasi Daar Al Uluum.

“Kita ingin membangun perguruan tinggi yang melahirkan manusia berilmu, tetapi juga beriman. Melahirkan sarjana yang profesional, tetapi tetap memiliki akhlak,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kepedulian sosial. Kemampuan bersaing, menurutnya, harus tetap disertai kemauan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perkembangan sebuah perguruan tinggi bukan hanya diukur dari perubahan bentuk kelembagaan, tetapi juga dari kualitas karakter dan kontribusi para lulusannya.

Bupati Dorong Lulusan Terus Mengembangkan Diri

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., yang menghadiri prosesi wisuda, menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan.

Bupati mengatakan gelar akademik yang diperoleh bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi membawa tanggung jawab untuk menghasilkan karya dan memberikan kontribusi positif.

Ia mendorong para lulusan agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar sarjana.

“Jangan pernah berhenti meningkatkan kompetensi dan memperluas wawasan. Jadilah pribadi yang inovatif, kreatif dan mampu menciptakan peluang,” pesan Taufik.

Menurutnya, IAIDU Asahan memiliki posisi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga memiliki kematangan spiritual dan sosial.

Dengan perpaduan tersebut, para lulusan diharapkan mampu mengambil peran di tengah masyarakat dengan tetap menjadikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman sebagai landasan.

Bupati juga menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Asahan terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Ia menilai kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam menentukan arah perkembangan daerah ke depan.

Tantangan Lulusan Tidak Berhenti di Hari Wisuda

Mengusung tema “Integritas, Adaptabilitas, dan Dedikasi Membangun Peradaban”, prosesi wisuda IAIDU Angkatan XXXVI tidak hanya menandai berakhirnya masa studi 199 mahasiswa.

Tema tersebut juga menjadi relevan dengan tantangan yang menunggu para lulusan setelah meninggalkan lingkungan akademik, bagaimana mempertahankan integritas, beradaptasi dengan perubahan, dan mengubah pengetahuan menjadi kontribusi nyata.

Bagi IAIDU Asahan, lahirnya 199 sarjana sekaligus menjadi bagian dari perjalanan institusi dalam mempersiapkan diri menuju tahap kelembagaan berikutnya.

Sementara bagi para lulusan, gelar yang diperoleh menjadi awal untuk membuktikan sejauh mana pendidikan yang ditempuh dapat diterapkan dalam kehidupan profesional, sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan.

Wisuda kemudian dilanjutkan dengan orasi ilmiah oleh Sekretaris Kopertais Wilayah IX Sumatera Utara, Dr. Syawaluddin Nasution, M.Ag., serta penyerahan plakat dari Pemerintah Kabupaten Asahan kepada IAIDU Asahan. (san)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer