Pekanbaru (Nadariau.com) — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan apresiasi terhadap kinerja jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.
Apresiasi tersebut disampaikan Prabowo saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kampar, Riau, untuk meninjau langsung kondisi dan upaya penanganan karhutla di lapangan.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden menerima paparan mengenai perkembangan penanganan karhutla dari Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo.
Di sela-sela kegiatan, Prabowo sempat menanyakan masa tugas kedua pimpinan tersebut di Riau.
“Pangdam sudah berapa lama di sini?” tanya Prabowo.
“Siap, sudah satu tahun,” jawab Pangdam XIX/Tuanku Tambusai.
Presiden kemudian menanyakan hal serupa kepada Kapolda Riau.
“Kapolda?” tanya Prabowo.
“Siap, baru 17 bulan kurang lebih, Bapak,” jawab Irjen Pol Herry Heryawan.
Mendengar penjelasan tersebut, Prabowo meminta agar prestasi dan kinerja para pejabat yang dinilai berhasil mendapat perhatian dalam evaluasi karier.
“Coba carikan jabatan supaya mereka bisa naik,” ujar Prabowo kepada Kapolri dan Panglima TNI.
Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa tugas utama penanganan karhutla harus dituntaskan terlebih dahulu. Ia meminta seluruh jajaran tetap fokus memastikan kondisi di lapangan benar-benar terkendali.
“Anda tahu saya kan? Kalau nggak beres saya juga ketus-ketus. Tapi kalau bagus saya bicara juga bagus,” kata Prabowo.
Presiden juga menyoroti progres penanganan lahan yang terdampak karhutla. Ia meminta perkembangan penanganan sekitar 900 hektare lahan yang masih terdampak segera dilaporkan setelah seluruh upaya penanganan berhasil dituntaskan.
“Begitu 900 hektare selesai, saya minta laporannya,” tegasnya.
Prabowo mengaku sempat merasa khawatir dengan kondisi karhutla di Riau sebelum mendarat. Namun, setelah mendapatkan laporan langsung mengenai perkembangan penanganan di lapangan, kekhawatiran tersebut berubah menjadi optimisme.
“Saya sempat berdebar-debar, khawatir situasinya memburuk. Tapi ternyata saya mendapat kabar yang membesarkan hati,” ungkapnya.
Menurut Prabowo, perkembangan positif tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi seluruh unsur yang terlibat. Ia menekankan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama dan tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja.
“Ini kerja keras semua pihak. Terima kasih, ini teamwork,” ujar Prabowo.
Presiden turut mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, hingga masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla.
“Semua bergerak bersama. Inilah yang kita harapkan,” katanya.
Di penghujung kunjungan, Prabowo meminta seluruh jajaran tidak mengendurkan upaya penanganan hingga seluruh titik kebakaran benar-benar dapat dituntaskan. Percepatan pemadaman, pengendalian api, serta pemantauan kondisi di lapangan harus terus dilakukan.
“Laksanakan terus, minimalkan, dan pastikan semuanya terkendali,” pungkas Prabowo.
Apresiasi Presiden tersebut menjadi dorongan bagi jajaran TNI-Polri dan seluruh stakeholder di Riau untuk terus memperkuat sinergi dalam penanganan karhutla, sekaligus memastikan upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran berjalan optimal.(sony)


