Jumat, Mei 22, 2026
BerandaHeadlineMahasiswa dan Pemuda Dumai Demo Polda Riau, Desak Usut Mafia BBM dan...

Mahasiswa dan Pemuda Dumai Demo Polda Riau, Desak Usut Mafia BBM dan Copot Kapolres

Pekanbaru (Nadariau.com) – Ratusan mahasiswa dan pemuda asal Kota Dumai yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda (GEMPA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Riau, Jumat (22/05/2026).

Dalam aksi tersebut, massa mendesak Kapolda Riau untuk mengusut tuntas dugaan praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) ilegal di Kota Dumai. Selain itu, mereka juga menuntut pencopotan Kapolres Dumai, AKBP Angga Herlambang, karena dinilai tidak serius menindak aktivitas ilegal tersebut.

Koordinator aksi, Muhammad Arsyat, mengatakan kedatangan mereka ke Polda Riau merupakan bentuk keresahan masyarakat terhadap maraknya dugaan praktik mafia BBM ilegal, mulai dari aktivitas di SPBU hingga gudang-gudang penimbunan BBM yang disebut beroperasi di kawasan pelabuhan Kota Dumai.

“Hari ini kami hadir di depan Polda Riau untuk menyuarakan keresahan masyarakat terkait maraknya mafia BBM ilegal di Kota Dumai. Kami meminta Kapolda Riau segera bertindak tegas dan mencopot Kapolres Dumai karena kami menilai tidak ada tindakan nyata terhadap praktik ilegal ini,” tegas Arsyat dalam orasinya.

Ia juga mengaku pihaknya telah menyerahkan sejumlah bukti kepada Polda Riau terkait dugaan aktivitas mafia BBM ilegal tersebut. Bahkan, menurutnya, tim mereka sempat melakukan pemantauan menggunakan drone di sejumlah gudang yang diduga menjadi lokasi penimbunan BBM.

“Kami sudah menyampaikan bukti-bukti yang kami miliki kepada pihak Polda Riau. Bahkan ada rekan-rekan kami yang melakukan pemantauan drone ke gudang-gudang di Kota Dumai dan mendapat intimidasi. Semua bukti itu sudah kami serahkan,” ujarnya.

Menurut Arsyat, persoalan dugaan mafia BBM ilegal di Dumai bukan lagi isu kecil, melainkan persoalan besar yang dinilai berdampak luas terhadap distribusi BBM di Provinsi Riau. Ia menyebut antrean panjang di sejumlah SPBU diduga berkaitan dengan maraknya aktivitas penimbunan solar dan pertalite di gudang-gudang ilegal.

“Kami melihat banyak antrean di SPBU, terutama solar dan pertalite. Di sisi lain, gudang-gudang penimbunan BBM justru semakin marak. Ini yang membuat masyarakat resah,” tambahnya.

Massa aksi memberikan ultimatum kepada Polda Riau untuk segera menindaklanjuti tuntutan mereka dalam waktu 3×24 jam. Jika tidak ada langkah konkret dari aparat penegak hukum, mereka mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Kami memberikan waktu 3×24 jam. Jika tuntutan ini tidak ditindaklanjuti, kami akan turun kembali dengan massa yang lebih besar,” tutup Arsyat.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer