Kamis, April 9, 2026
BerandaHeadlineSisi Feminin Hilang, Ibu Guru Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami dengan Rekan di...

Sisi Feminin Hilang, Ibu Guru Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami dengan Rekan di Dinkes Kampar

KAMPAR (Nadariau.com)– Dengan wajah lelah dan menyimpan kekecewaan mendalam, seorang ibu guru muda berinisial FA mengungkap dugaan perselingkuhan yang dilakukan suaminya, Ri, dengan rekan kerjanya di Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar. Keduanya diketahui berstatus sebagai PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

Kepada wartawan di Bangkinang, Rabu (8/4/2026) malam, FA menceritakan panjang lebar perjalanan rumah tangganya hingga berbagai upaya yang telah dilakukannya untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Ia mengaku sudah dua kali mendatangi kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, yakni pada Senin (6/4/2026) dan Rabu (8/4/2026), untuk mengadukan masalah yang dihadapinya. Namun hingga kini, ia belum mendapatkan kepastian sikap dari pihak dinas.

Didampingi kuasa hukumnya, Andika Wiranata, SH dan Yogi Ardian, SH dari Kantor Hukum BZ & Rekan, FA berharap laporannya dapat segera ditindaklanjuti. Ia menyatakan ingin melanjutkan ke proses berikutnya, termasuk mengajukan gugatan perceraian. FA mengaku telah mantap berpisah karena merasa tidak lagi dihargai sebagai istri dan menilai suaminya sudah tidak memiliki rasa cinta.

FA kemudian mengisahkan perjalanan rumah tangganya bersama Ri yang telah berjalan selama empat tahun. Dari pernikahan tersebut, mereka telah dikaruniai seorang anak berusia 2,5 tahun.

Ia menuturkan, hubungan mereka bermula dari perkenalan melalui media sosial yang berujung pada pernikahan dalam waktu relatif singkat. Saat itu, FA menerima Ri apa adanya, termasuk latar belakang ekonomi suaminya yang sederhana.

Ri sendiri baru dilantik sebagai PPPK pada November 2025, setelah sebelumnya bekerja sebagai tenaga harian lepas (THL). Selama berumah tangga, FA mengaku tidak pernah mempermasalahkan kondisi ekonomi suaminya. Bahkan, ia tidak pernah mengambil gaji suaminya dan hanya sesekali meminta bantuan untuk kebutuhan tertentu, mengingat dirinya juga berstatus sebagai ASN guru di salah satu sekolah dasar negeri di Kabupaten Kampar.

Namun, belakangan FA mengaku mulai kehilangan peran dan perasaan sebagai seorang istri. Ia menyebut, semakin banyak laporan yang diterimanya terkait dugaan perselingkuhan suaminya dengan seorang rekan kerja perempuan berinisial Ya, yang juga diketahui masih berstatus sebagai istri orang lain.

“Intinya, sisi feminin saya hilang karena saya harus melakukan semuanya, mulai dari menghidupi rumah tangga hingga kebutuhan lainnya,” ungkap FA.

FA mengaku telah mengantongi sejumlah bukti dugaan perselingkuhan tersebut, di antaranya percakapan mesra melalui pesan pribadi hingga komunikasi dalam grup WhatsApp. “Buktinya ada,” tegasnya.

Sejak awal pernikahan, FA mengaku sudah merasakan kejanggalan dari sikap suaminya yang cenderung menutup diri, termasuk mengunci telepon seluler dan menganggapnya sebagai wilayah privasi yang tidak boleh diganggu. Ia juga kerap dituding sebagai istri pencemburu, meski menurutnya hal tersebut merupakan bentuk kepedulian dan rasa cinta.

Menurut FA, suaminya cenderung ingin bebas dalam bergaul dengan lawan jenis. Bahkan, Ri disebut pernah beberapa kali bepergian ke luar daerah bersama teman-teman perempuannya.

Selain itu, kebersamaan dalam rumah tangga juga semakin berkurang. Ri kerap beralasan sibuk bekerja dan tidak langsung pulang setelah jam kerja. Salah satu aktivitas yang sering dilakukannya adalah pergi ke pusat kebugaran (gym). FA bahkan menerima informasi bahwa suaminya kerap berolahraga bersama wanita yang diduga selingkuhannya.

FA juga merasa heran karena suaminya tidak pernah menunjukkan rasa cemburu. “Saya berpikir, apakah dia sudah tidak menginginkan saya lagi,” ujarnya.

Perselisihan dalam rumah tangga mereka sempat memuncak pada November 2025, ketika Ri tidak pulang ke rumah selama dua minggu. Meski sempat rujuk, hubungan keduanya kembali memburuk.

Kondisi FA semakin terpukul setelah ibunya meninggal dunia pada awal Januari lalu akibat kanker serviks, setelah sebelumnya menjalani perawatan selama hampir satu bulan di rumah sakit di Pekanbaru. Dalam masa tersebut, FA mengaku tetap memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan menitipkan uang belanja untuk suami dan anaknya.

Namun pasca kepergian sang ibu, FA menilai perhatian suaminya semakin berkurang. Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini dirinya jarang mendapatkan nafkah batin.

“Dia sibuk dengan kegiatannya. Kami jarang berhubungan. Sempat ada perubahan setelah dia pulang ke rumah, tapi kemudian kembali seperti semula,” jelasnya.

Puncaknya, pada Februari 2026, pertengkaran kembali terjadi hingga FA meminta cerai. Tak lama setelah itu, Ri tidak lagi pulang ke rumah dan menjatuhkan talak satu pada 26 Februari 2026.

Upaya penyelesaian melalui keluarga telah dilakukan, namun tidak membuahkan hasil. FA mengaku terus menerima bukti dan laporan bahwa suaminya telah menjalin hubungan dengan wanita lain.

Bantah Tuduhan Pengeroyokan

Dalam kesempatan itu, FA juga membantah tuduhan pengeroyokan yang dilaporkan oleh Ya ke pihak kepolisian.

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi saat dirinya mendatangi kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar pada Senin (6/4/2026). Saat itu memang terjadi adu mulut, namun tidak ada tindakan kekerasan fisik.

“Saya hanya ingin meminta penjelasan terkait isi percakapan antara dia dan suami saya. Tidak ada pemukulan,” tegas FA.

Meski demikian, FA bersama tiga anggota keluarganya justru dilaporkan ke Polres atas dugaan pengeroyokan.

FA juga mengungkapkan bahwa saat kejadian, mereka sempat dimediasi oleh Kepala Sub Bagian Kepegawaian Dinas Kesehatan Kampar, Mus Mulyadi, karena Kepala Dinas tidak berada di tempat.

“Sebelum laporan dibuat, kami sempat dimediasi,” ujarnya.

Pada Rabu (8/4/2026), FA kembali mendatangi kantor Dinas Kesehatan Kampar bersama kuasa hukumnya. Ia datang sejak pagi dan sempat menunggu cukup lama karena pihak dinas sedang mempertemukan suaminya dengan wanita yang diduga selingkuhannya.

FA berharap pihak Dinas Kesehatan dapat segera mengambil sikap atas laporannya, termasuk memberikan rekomendasi kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kampar.

“Saya berharap ada rekomendasi ke BKPSDM, karena kami ingin bercerai dan ini terkait dugaan perselingkuhan,” tutup FA. (***/rilis)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer