Kamis, April 9, 2026
BerandaHeadlineDisnakertrans Riau Akan Panggil PT PBE Terkait Kecelakaan Kerja di RS Santa...

Disnakertrans Riau Akan Panggil PT PBE Terkait Kecelakaan Kerja di RS Santa Maria

Pekanbaru (Nadariau.com) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Riau segera memanggil manajemen PT Persada Bumi Etam (PBE) terkait kecelakaan kerja di proyek pembangunan gedung baru Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru.

Insiden yang terjadi pada Selasa (07/04/2026) malam itu mengakibatkan tiga pekerja mengalami luka berat setelah lift barang yang mereka tumpangi jatuh dari ketinggian.

Kepala Bidang Pengawasan Disnakertrans Riau, Bayu Surya, menegaskan pihaknya telah bergerak cepat dengan melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) serta menurunkan tim ke lokasi.

“Pengawas sudah ke lapangan, ada tiga orang. Satu orang spesialis lift dan dua penyidik pegawai negeri sipil (PPNS),” kata Bayu, Kamis (9/4/2026).

Disnakertrans memastikan akan memanggil seluruh pihak yang berkaitan, baik pemberi kerja maupun pihak kontraktor, guna mengusut dugaan pelanggaran ketenagakerjaan.

“Kita akan lakukan pemanggilan kepada pemberi kerja dan penerima kerja. Dari pihak rumah sakit kita panggil, dari kontraktornya juga. Kita akan melihat kontrak kerja serta memastikan apakah tenaga kerja sudah terdaftar BPJS atau belum,” kata Bayu.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan keselamatan kerja serta perlindungan tenaga kerja di proyek tersebut.
Sorotan Keras: Pekerja Tanpa Helm

Pantauan di lokasi proyek pada Kamis (9/4/2026) pagi mengungkap fakta memprihatinkan. Tidak terlihat satu pun pekerja yang menggunakan alat pelindung diri (APD), khususnya helm proyek.

Kondisi ini semakin menguatkan dugaan lemahnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lokasi pembangunan.

Diketahui, tiga pekerja proyek pembangunan Rumah Sakit Santa Maria, Pekanbaru, Riau terluka parah usai lift barang di lokasi proyek tersebut jatuh. Peristiwa terjadi di saat pekerja sedang melakukan aktifitas pada Selasa, 7 April 2026, malam.

Identitas korban yakni Kusnia (23), warga Garut, Jawa Barat, mengalami patah tulang kaki dan luka lecet di wajah. Kemudian Muhammad Agit Nurjamil (25), warga Tapung Hilir, mengalami patah tulang kaki dan Ashari Ananta Pangestu (27), warga Kampar, juga mengalami patah tulang kaki.

Leo menyampaikan, peristiwa terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Lift tersebut putus tapi dan jatuh dari lantai tujuh. Akibatnya, tiga orang pekerja mengalami luka berat dan dilarikan ke ruang ICU rumah sakit tersebut.

“Akibat kejadian tersebut, tiga pekerja mengalami luka berat dan saat ini menjalani perawatan di RS Santa Maria Pekanbaru,” ujar AKP Leo.

Insiden bermula ketika ketiga pekerja itu sedang melakukan pembersihan peralatan kerja di lantai 7 proyek pembangunan rumah sakit. Usia beraktifitas, mereka kemudian turun ke lantai dasar menggunakan lift barang.

“Namun saat lift bergerak turun dan tiba di lantai 6, alat tersebut tiba-tiba berhenti. Diduga, kawat sling mengalami gangguan karena bergulung tidak beraturan. Tidak lama kemudian, lift barang tersebut jatuh hingga ke lantai dasar bangunan. Diduga rem tidak berfungsi,” jelasnya.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit angkong, kabel baja yang telah putus, serta patahan skop besi. Di lokasi, juga telah dipasang garis polisi.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer