Pekanbaru (Nadariau.com) – Polda Riau mengapresiasi niat baik Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau yang berencana ikut berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi (MPP) di sejumlah wilayah di Riau.
Kepala Biro Perencanaan Umum dan Anggaran (Karorena) Polda Riau, Kombes Daniel Muharam, menyampaikan bahwa rencana tersebut mencerminkan kepedulian sosial yang tinggi terhadap pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Pada prinsipnya kami sangat mengapresiasi niat baik Baznas Riau. Ini menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat masih sangat kuat, terutama dalam mendukung aksesibilitas di daerah,” kata Kombes Daniel kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).
Namun demikian, Daniel menjelaskan bahwa saat ini pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi telah memiliki skema pembiayaan yang cukup dan berkelanjutan.
Menurutnya, sejak awal program tersebut dirancang melalui pendekatan kolaboratif berbasis pentahelix, yang melibatkan berbagai unsur mulai dari pemerintah, dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), akademisi, masyarakat, hingga media.
“Alhamdulillah dari skema tersebut kebutuhan pembiayaan dapat terpenuhi tanpa harus menggunakan sumber lain,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian besar pembangunan jembatan tersebut didukung oleh program tanggung jawab sosial perusahaan serta partisipasi masyarakat melalui semangat gotong royong.
“Dengan skema ini, kami ingin memastikan pembangunan tetap berjalan, sekaligus menjaga prinsip kehati-hatian dalam pemanfaatan setiap sumber pendanaan,” tambah Daniel.
Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Riau, Masriadi Hasan, menyatakan pihaknya memahami dan menghormati sikap Polda Riau terkait pembiayaan pembangunan jembatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa Baznas memiliki komitmen kuat untuk memastikan pengelolaan dana umat dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami sangat memahami dan menghormati keputusan Polda Riau. Prinsip kami di Baznas adalah memastikan setiap dana yang dihimpun, baik zakat, infak, maupun sedekah, disalurkan secara tepat, transparan, dan sesuai peruntukannya,” ujar Masriadi.
Menurutnya, Baznas akan tetap fokus pada program-program pemberdayaan masyarakat yang menjadi prioritas utama, khususnya dalam membantu kelompok mustahik di Provinsi Riau.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat program sosial, ekonomi, dan kemanusiaan yang langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Polda Riau sendiri berharap semangat kolaborasi lintas sektor yang telah terbangun melalui pendekatan pentahelix dapat terus diperkuat dalam berbagai program pembangunan lainnya.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas di Provinsi Riau.(sony)


