Minggu, Februari 22, 2026
BerandaHeadlineRapat Konsolidasi MBG di Riau, 23.678 Dapur Beroperasi, 60 Juta Lebih Penerima...

Rapat Konsolidasi MBG di Riau, 23.678 Dapur Beroperasi, 60 Juta Lebih Penerima Manfaat di Seluruh Indonesia

Pekanbaru (Nadariau.com) – Sejak 13 bulan pasca diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan capaian signifikan secara nasional. Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat telah mengoperasikan 23.678 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan melibatkan 1,04 juta relawan di seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Soni Sonjaya, dalam Rapat Konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis bersama Kepala Satpel, mitra, dan yayasan se-Provinsi Riau yang digelar di Hotel Premier Pekanbaru, Sabtu (21/2/2026).

Menurut Soni, program MBG menyasar lima kelompok utama penerima manfaat, yakni anak balita, ibu hamil, ibu menyusui, peserta didik, serta guru dan tenaga pendidik.

“Total penerima manfaat secara nasional mencapai 60,24 juta jiwa. Terdiri dari 49,27 juta peserta didik dan 10,98 juta non-peserta didik,” ujarnya.

Tak sekadar memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, MBG juga menghadirkan multiplier effect bagi perekonomian. Hingga kini, tercatat 87.663 supplier di seluruh Indonesia bermitra dengan BGN, mulai dari pelaku UMKM, petani, hingga peternak lokal.

Soni menegaskan, program ini merupakan bagian dari strategi besar menuju Indonesia Emas 2045. Peningkatan asupan gizi bagi kelompok rentan diyakini mampu menekan angka stunting dan malnutrisi, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang produktif dan berdaya saing.

“Ini bukan hanya soal makan bergizi, tetapi tentang membangun generasi masa depan sekaligus membangkitkan ekonomi daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan bahwa rapat konsolidasi ini bertujuan memastikan sistem pemenuhan gizi berjalan sesuai standar dan terkontrol dengan baik.

Di Provinsi Riau sendiri, sebanyak 633 SPPG telah dibangun di 12 kabupaten/kota dengan dukungan 25.081 relawan. Total penerima manfaat MBG di Riau mencapai 1.420.723 jiwa.

“Keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh standar sistem yang telah ditetapkan oleh BGN. Dari 633 SPPG yang berdiri di Riau, 228 di antaranya telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan,” jelas Syahrial.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Riau juga telah mengusulkan pembangunan 223 SPPG tambahan yang akan difokuskan di wilayah terpencil dan pulau terluar.

Rapat konsolidasi ini diikuti oleh 1.150 peserta yang terdiri dari Kepala SPPG, yayasan, serta mitra MBG se-Riau. Pertemuan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan setiap anak dan kelompok rentan mendapatkan asupan gizi yang layak dan berkualitas.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer