Sabtu, Februari 14, 2026
BerandaHeadlinePerkuat Pembinaan Rohani, Lapas Narkotika Rumbai Fasilitasi Ibadah WBP Sesuai Agama

Perkuat Pembinaan Rohani, Lapas Narkotika Rumbai Fasilitasi Ibadah WBP Sesuai Agama

Pekanbaru (Nadariau.com) – Dalam upaya meningkatkan pembinaan kepribadian warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai terus memfasilitasi pelaksanaan ibadah bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.

Pembinaan kerohanian ini menjadi salah satu program utama lapas dalam membentuk karakter, memperkuat nilai moral, serta meningkatkan kesadaran diri para WBP selama menjalani masa pidana.

Bagi WBP yang beragama Islam, pihak lapas menyediakan program Santri Belajar yang dilaksanakan secara rutin. Program tersebut meliputi pembelajaran membaca dan memahami Al-Qur’an, pembinaan akhlak, serta penguatan mental dan spiritual. Para WBP terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh khidmat dan disiplin.

Selain itu, Lapas Rumbai juga memfasilitasi WBP beragama Buddha untuk melaksanakan ibadah dengan memanfaatkan ruang pembinaan yang tersedia.

Kegiatan ibadah ini menjadi sarana pembinaan kerohanian guna meningkatkan pengendalian diri, menumbuhkan kesadaran, serta memperkuat nilai-nilai kebajikan. Melalui doa dan pembacaan paritta, para WBP diajak untuk merenungkan perbuatan, memperbaiki diri, serta menumbuhkan tekad menjadi pribadi yang lebih baik.

Sementara itu, bagi WBP beragama Kristen, kegiatan ibadah dilaksanakan di Gereja Lapas. Ibadah diisi dengan pujian, doa bersama, serta penyampaian firman Tuhan yang memberikan motivasi dan penguatan rohani.

Melalui kegiatan tersebut, para WBP diharapkan semakin memiliki komitmen untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta membangun kehidupan yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pembinaan.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan keagamaan ini merupakan bagian dari komitmen pemasyarakatan dalam menciptakan warga binaan yang beriman, bertakwa, serta siap kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.

“Kami berharap warga binaan tidak hanya menjalani pidana, tetapi juga mendapatkan bekal rohani yang bermanfaat untuk kehidupan setelah bebas,” kata Kalapas, Sabtu (14/02/2026).

Dengan adanya kegiatan pembinaan kerohanian ini, diharapkan para WBP dapat meningkatkan kesadaran diri, memperbaiki perilaku, serta menumbuhkan semangat perubahan ke arah yang positif, sejalan dengan tujuan sistem pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pembinaan.

Pihak Lapas juga menegaskan akan terus berkomitmen memberikan pembinaan keagamaan secara rutin dan berkelanjutan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter warga binaan.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer