Kamis, Februari 5, 2026
BerandaHeadlineGajah Sumatra Ditemukan Mati Mengenaskan di Konsesi PT RAPP Ukui, Kepala Terpotong

Gajah Sumatra Ditemukan Mati Mengenaskan di Konsesi PT RAPP Ukui, Kepala Terpotong

Pelalawan (Nadariau.com) – Seekor gajah Sumatra ditemukan mati dalam kondisi mengenaskan di areal sekitar konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Temuan ini menggegerkan warga setempat dan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

Peristiwa tersebut terjadi di Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K melalui Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP I Gede Yoga Eka Pranata, S.Trk., S.I.K., M.H membenarkan adanya temuan gajah mati tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, Polres Pelalawan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah TKP bersama tim gabungan yang terdiri dari Polres Pelalawan, Bidlabfor Polda Riau, Ditkrimsus Polda Riau, Polisi Kehutanan, BKSDA, serta pihak PT RAPP.

AKP I Gede Yoga mengungkapkan, gajah tersebut ditemukan dalam posisi duduk dengan kondisi kepala sudah terpotong.

“Gajah ditemukan mati dengan bagian kepala terpotong dan dalam posisi duduk. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematiannya, termasuk olah TKP serta pemeriksaan saksi-saksi,” kata AKP I Gede Yoga, Kamis (05/02/2026).

Untuk mendukung penyelidikan, Tim Bidlabfor Polda Riau yang dipimpin IPTU Imam Yusuf Hanura, M.H turut melakukan pengambilan sampel tanah di sekitar lokasi penemuan bangkai gajah.

Sampel tersebut akan dibawa dan diuji di laboratorium guna mengetahui indikasi penyebab kematian satwa dilindungi tersebut.

Sementara itu, saksi pertama yang menemukan bangkai gajah diketahui bernama Winarno. Ia menyebut menemukan gajah tersebut pada Senin malam, 2 Februari 2026, setelah mencium aroma busuk dari dalam hutan.

“Saya mencium bau busuk dari dalam hutan. Setelah saya cari, ternyata ada gajah sudah mati. Saya tidak tahu apa penyebabnya, tapi saya langsung melapor ke pihak keamanan,” ungkapnya.

Setelah temuan itu, Kasat Reskrim bersama Polsek Ukui langsung turun ke lokasi pada 3 Februari 2026 untuk melakukan pemeriksaan awal.

Kemudian pada 4 Februari 2026, tim gabungan yang terdiri dari Reskrim Polres Pelalawan, Polsek Ukui, Ditkrimsus Polda Riau, Tim Labfor Polda Riau, serta BKSDA melaksanakan nekropsi atau pemeriksaan terhadap bangkai gajah di TKP.

Pihak PT RAPP menyatakan telah berkoordinasi dengan kepolisian dan siap membantu proses penyelidikan.

“Kami akan bekerja sama dengan pihak berwajib untuk mengetahui penyebab kematian gajah ini,” ujar Humas PT RAPP.

Polisi Dalami Dugaan Tindak Pidana
Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan. Polisi menduga kuat adanya unsur tindak pidana mengingat kondisi gajah yang tidak wajar.

“Kami berharap dapat segera menemukan pihak yang bertanggung jawab atas kematian gajah ini. Kami akan terus berupaya melindungi satwa liar yang ada di wilayah hukum Polres Pelalawan,” tegas AKP I Gede Yoga.

Polres Pelalawan juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika mengetahui atau melihat adanya tindak pidana, baik dengan mendatangi kantor polisi terdekat maupun melalui Call Center 110.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer