Selasa, Februari 3, 2026
BerandaHeadlineJembatan Presisi Polri di SDN 018 Semulut Hampir Rampung, Ancaman Buaya bagi...

Jembatan Presisi Polri di SDN 018 Semulut Hampir Rampung, Ancaman Buaya bagi Siswa Segera Berakhir

Meranti (Nadariau.com) – Pembangunan Jembatan Presisi Polri di SDN 018 Semulut, Dusun Semulut, Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, terus menunjukkan progres signifikan.

Hingga hari keempat pengerjaan, jembatan yang menjadi akses vital bagi siswa menuju sekolah itu kini mendekati tahap penyelesaian.

Kehadiran jembatan ini sekaligus menjadi jawaban atas kekhawatiran orang tua dan guru terhadap ancaman buaya liar yang selama ini kerap muncul di aliran air sekitar lingkungan sekolah.

Pembangunan jembatan dilaksanakan oleh Satgas Darurat Pembangunan Jembatan Presisi Polri bersama personel Polsek Tebing Tinggi dan Polsek Rangsang Barat, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Sinergi tersebut mempercepat pengerjaan sekaligus memperkuat rasa kepemilikan warga terhadap fasilitas publik yang dibangun.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi menegaskan, pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjamin keselamatan, keberlangsungan pendidikan, serta mendorong social inclusion di wilayah pedesaan, khususnya bagi anak-anak sekolah.

“Selama ini para siswa harus melewati jembatan kayu darurat di atas parit yang diketahui merupakan habitat buaya liar. Dengan adanya Jembatan Presisi Polri, risiko tersebut dapat dihilangkan sehingga aktivitas belajar anak-anak menjadi jauh lebih aman,” kata AKBP Aldi, Senin (02/02/2026).

Ia menjelaskan, progres pembangunan saat ini telah mencapai pemasangan 48 tiang pancang sebagai pondasi utama jalan jembatan kayu, yang sudah tersambung hingga ke depan teras SDN 018 Semulut.

“Ini merupakan tahap krusial menuju penyelesaian akhir. Besok sudah masuk pemasangan papan, diperkirakan progres mencapai 70 persen,” katanya.

Pembangunan jembatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan masyarakat.

Sebelumnya, pihak sekolah bahkan terpaksa memasang papan peringatan bahaya buaya di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi keselamatan siswa.

Dengan hampir rampungnya Jembatan Presisi Polri, jalur berbahaya tersebut akan segera ditutup secara permanen dan digantikan dengan akses yang lebih layak, aman, dan manusiawi bagi seluruh warga sekolah.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto, sejalan dengan kebijakan Kapolri dan Kapolda Riau, serta menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam menjawab persoalan dasar masyarakat pedesaan.

Polri berharap, keberadaan jembatan ini tidak hanya menghilangkan ancaman buaya liar, tetapi juga menjadi simbol perlindungan, kepedulian, dan pengabdian Polri terhadap masa depan generasi penerus bangsa.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer