Pekanbaru (nadariau.com) – Forum Mahasiswa Riau Bersuara (Formarib ) layangkan audiensi kepada Kementrian Keuangan RI, Jumat (30/1/2026). Audiensi dilakukan Formarib terkait ada dugaan pembiaran kegiatan ilegal oleh beacukai di Dumai, Provinsi Riau.
Menurut Ketua Formarib Riau Arizal dugaan ini menguat setelah Dirjen Bea Cukai melakukan penggerebekan gudang rokok ilegal di Pekanbaru yang merugikan negara ratusan miliar rupiah. Di sini patut diduga Bea Cukai Riau kecolongan karena penggerebekan tersebut langsung dilakukan Bea Cukai pusat.
Saat ini Kanwil Beacukai Riau sudah dicopot tetapi lemahnya kinerja ini bukan hanya tanggung jawab Kanwil Beacukai Riau semata. Ada bidang-bidang lain yang patut diminta pertanggungjawaban atas kinerja mereka seperti bidang intelijen, bidang penindakan serta kepala beacukai di daerah pintu masuk barang-barang ilegal tersebut.
Yang menjadi sorotan kami saat ini Rohil dan wilayah pesisirnya karena di sana juga diduga sebagai pintu masuk barang ilegal seperti di Panipahan yang di bawah jajaran beacukai dumai dan Rohil seakan akan kegiatan yang di duga ilegal di sana tidak tersentuh. Hal ini yang akan kami audiensikan dengan pejabat di kemanterian keuangan agar ada penindakan tegas di wilayah bea cukai Dumai tersebut.
Lanjut Arizal, kita berharap dengan audiensi yang kami rencanakan, Kamis (5/2/2026), agar ada penindakan kegiatan yang diduga ilegal di wilayah Panipahan Rohil, bila perlu copot pejabat Beacukai berwenang karena kami duga pembiaran ini sudah lama bahkan sempat ter-publish media adanya tangkap lepas kapal yang diduga mengangkut barang ilegal dari Malaysia.
Untuk itu dengan audiensi ini kami berharap Menteri Keuangan Purbaya melihat permasalahan ini dengan utuh jangan hanya copot kepala Kanwil Beacukai Riau semata tapi copot semua yang berkerja tidak becus, kita berharap Purbaya komit untuk membenahi beacukai dengan serius tidak ‘omon-omon’ belaka. (tim)


