Kamis, Januari 29, 2026
BerandaIndeksPendidikanIndonesia Telah Jadi  Pemimpin ASEAN Dalam Hal Publikasi Ilmiah

Indonesia Telah Jadi  Pemimpin ASEAN Dalam Hal Publikasi Ilmiah

Bandung (Nadariau.com)- Berdasarkan pemeringkatan Scimago Journal & Country Rank (SJR) 2024, yang dirilis belum lama ini, Indonesia menunjukkan posisi yang semakin strategis dalam peta publikasi ilmiah Asia. Scimago Journal & Country Rank 2024 menunjukan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-19 dunia dalam jumlah dokumen terindeks Scopus dengan total 64.596 publikasi ilmiah. Capaian ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama publikasi akademik di kawasan Asia, sejajar dengan negara-negara besar seperti China dan India yang mendominasi peringkat teratas.

Menurut Dr Dedi iskamto, ketua Adpebi, Di tingkat Asia, Indonesia termasuk dalam kelompok 20 besar negara paling produktif dalam publikasi ilmiah. Meskipun dari sisi sitasi per dokumen Indonesia masih berada di bawah beberapa negara Asia Timur, dan Asia Tenggara yang maju, Namun pertumbuhan volume publikasi Indonesia menunjukkan akselerasi yang konsisten dalam satu dekade terakhir. Hal ini mencerminkan meningkatnya aktivitas riset, kolaborasi akademik, serta dorongan kebijakan nasional terhadap kewajiban publikasi internasional.

Sementara itu, di kawasan ASEAN, Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara dengan jumlah publikasi Scopus terbanyak. Indonesia unggul dibandingkan Malaysia (peringkat 23 dunia), Singapura (peringkat 35), dan Thailand (peringkat 36).

“Dominasi Indonesia ini menegaskan perannya sebagai motor utama produksi pengetahuan ilmiah di Asia Tenggara, terutama dari sisi kuantitas publikasi,” tutur Dedi, yang juga pengajar di Telkom University.

Namun demikian, tambah Dedi, tantangan ke depan masih cukup besar, khususnya dalam meningkatkan kualitas publikasi, yang tercermin dari rasio sitasi per dokumen dan H-index.

“Ke depan, penguatan riset berbasis dampak, kolaborasi internasional strategis, serta peningkatan kualitas Publikasi jurnal internasional terindeks Scopus menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya unggul secara kuantitas, tetapi juga berpengaruh secara kualitas dalam ekosistem ilmu pengetahuan global,” pungkas Dedi.

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer