Rokan Hilir ( Nadariau Com) – Tiba ditanah air, suasana haru warnai kepulangan 10 Nelayan Bagansiapiapi yang sebelumnya sempat di tahan selama sepuluh hari sejak 4 November 2025 oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) karena dianggap telah melanggar batas negara Malaysia di perairan selat Malaka saat berlabuh mencari ikan. Kepulangan mereka berkat upaya Bupati Rokan Hilir H. Bistamam yang melakukan negosiasi saat bertemu Konsulat Malaysia di Pekan Baru pada tanggal 13 November kemarin.
Dengan komunikasi yang baik antara Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dengan Konsulat Malaysia, akhirnya 10 Nelayan KM. Kiang Uong No. 1058/PPF dengan Tekong Samsudin (Tekong) bersama 4 orang ABK Edi, Iran, Robi dan Risi serta KM. Willy Sukses 4 No. 877/PP, dengan Tekong Melis serta ABK Hamdan, Aji, Jeri, Idur Kosim di lepas dan dipulangkan ke Bagansiapiapi. Mereka tiba di tangkahan Hasan Jalan Karya Kelurahan Bagan Barat Bagansiapiapi pada hari Jumat (14/11/2015) pukul 21:30 malam.
Kepulangan 10 nelayan bersama kapalnya di Bagansiapiapi dalam kondisi baik dan sehat. Setelah mendarat di tangkahan Hasan, 10 nelayan tersebut langsung disambut jajaran pejabat Pemkab Rohil diantaranya Kepala Inspektorat Sarman Syahroni, Kadis Tenaga Kerja, Firdaus, Sekretaris perikanan Deni Arif, Kabid Tangkap Perikanan, Romi, Ketua HNSI Rokan Hilir, Jaswadi, Staf Diskominfotiks Rohil serta sanak saudara para nelayan.
Suasana haru menyelimuti pertemuan para nelayan dengan keluarganya. Salah seorang anak nelayan Indrawati tak dapat menahan tangis dan langsung memeluk ayahnya saat naik ke tangkahan. Indrawati anak Idur Kosim ini mengucapkan rasa syukur atas kepulangan ayahnya seraya mengucapkan terimakasih kepada Bupati Rokan Hilir H. Bistamam dan jajarannya yang telah berusaha membebaskan ayahnya.
Mewakili Pemkab Rohil, Kepala Inspektorat Sarman Syahroni menyampaikan rasa syukur atas kepulangan 10 nelayan Bagansiapiapi dengan selamat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini berkat upaya dan kerja sama berbagai pihak, terutama Bupati Rokan Hilir H. Bistamam yang telah melakukan koordinasi langsung dengan Konsulat Malaysia di Pekanbaru serta KBRI di Malaysia.
” Alhamdulillah kesepuluh nelayan kita dari Rokan Hilir pada malam hari ini telah tiba di Bagansiapiapi dengan selamat. Dimana sebelumnya para nelayan kita ini pada tanggal 5 November 2025 sedang melaut di sekitar Selat Malaka perairan Indonesia. Namun terbawa arus dan gelombang sehingga menurut pihak Maritim Malaysia para nelayan kita sudah melanggar batas wilayah dan ditahan oleh APMM Malaysia untuk dimintai keterangan,” kata Sarman Syahroni.

Lanjutnya,” mendapat kabar itu, pak Bupati kita H. Bistamam melakukan silaturahmi ke Konsulat Malaysia di Pekanbaru untuk berkoordinasi terkait pembebasan nelayan Rokan Hilir yang di tahan di Malaysia. Alhamdulillah Konsulat Malaysia Muhammad Syah menyambut baik kedatangan pak Bupati dan langsung melakukan komunikasi dengan KBRI yang ada di Malaysia,” ujarnya.
Atas komunikasi dan koordinasi yang baik antara Pemkab Rohil dengan Konsulat Malaysia di Pekanbaru pada hari Kamis 13 November kemarin, terang Sarman Syahroni akhirnya para nelayan Rokan Hilir dapat dibebaskan dan telah tiba di Bagansiapiapi pada hari Jumat (14/11) malam dengan selamat.
” Kami mewakili Pemerintah daerah Rokan Hilir mengucapkan terimakasih kepada Konsulat Malaysia di Pekanbaru, Konsulat Jenderal di Medan dan KBRI di Malaysia serta seluruh pihak yang telah membantu proses pembebasan para nelayan Rokan Hilir hingga tiba di Bagansiapiapi,” ungkapnya.
Salah seorang nelayan Bagansiapiapi yang merupakan tekong kapal, Melis dengan terbata-bata karena haru menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Bupati Rohil H. Bistamam dan Konsulat Malaysia seta Dinas Perikanan, atas upayanya sehingga mereka bisa kembali ke Bagansiapiapi dengan selamat.
Dalam kesempatan yang sama Ketua HNSI Rohil Jaswadi menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Bupati Rohil yang cepat tanggap terhadap permasalahan masyarakatnya. Sebagai ketua HNSI Ia juga menghimbau kepada para nelayan Rokan Hilir untuk berhati hati saat berlabuh mencari ikan agar tidak terlalu dekat dengan batas perairan Malaysia.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada pak Bupati dan konsulat Malaysia serta seluruh pihak yang telah membantu proses pembebasan dan pemulangan nelayan kita dengan cepat. Saya juga menghimbau kepada para nelayan Rokan Hilir yang berlabuh mencari ikan di sekitaran Selat Malaka untuk tidak terlalu dekat dengan batas perairan Malaysia,” ujar Jaswadi. (Rls / SY).


