Pekanbaru (Nadariau.com) – Presiden Himpunan Pelajar Mahasiswa Rokan Hilir (Hipemarohi) Pekanbaru Akas Virmandi melaporkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bagan Siapi-Api ke Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Riau, Jumat (14/11/2025).
Laporan dari Hipemarohi yakni terkait limbah B3 sisa medis, limbah tinja meluber di kolong-kolong dan gorong-gorong sehingga telah membahayakan bagi lingkungan.
Keberadaan limbah tersebut di akui oleh pihak Lapas karena memang bersumber dari sana. Namun tentunya itu tidak bisa dibenarkan, karena keberadaan limbah itu tentu berpotensi menggangu kesehatan dan membahayakan jika limbah B3 tidak di kelola dengan baik
“Sebelumnya kami telah menyurati Lapas kelas IIA Bagan Siapi-Api terkait dugaan limbah yang bersumber dari Lapas tersebut. Setelah berkomunikasi dengan pihak Lapas kelas IIA, maka pihak Lapas telah mengakuinya dan membenarkan, bahwa limbah itu berasal dari Lapas,” kata Akas.
Namun hingga kini, pihak lapas tidak ada upaya untuk melakukan penanganan, maka Hipemarohi telah melaporkan pihak Lapas Kelas II A Bagan Siapi-Api ke Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Riau, dengan hatapan agar mendapat perhatian dari Kanwil. Sehingga limbah yang selama ini meresahkan warga bisa di kelola dengan baik.
Hipemarohi juga berharap pihak kanwil pemasyarakatan Riau segera mengevaluasi pimpinan lapas kelas IIA Bagan Siapi-Api. Karena tidak peduli lingkungan. Dan jika permasalahan terus dibiarkan kinerja pimpinan Lapas, maka kami mengkuatirkan terhadap kondisi kesehatan para napi tidak baik-baik saja. Karena lihat limbah tinja berserakan tidak ada upaya untuk di bersihkan ini tentu bisa menggangu kenyamanan penghuni Lapas.
“Namun jika Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Riau juga tetap diam dan turut tidak peduli juga dengan limbah-limbah yang bersumber dari Lapas yang sudah meresahkan masyarakat banyak, maka Hipemarohi akan menggelar aksi di Kantor Kanwil Pemasyarakatan Riau,” tegas Akas. (sal)


