Sabtu, Januari 31, 2026
BerandaHeadlineAPH Seolah Dipermainkan, Puluhan PETI Dibawah Pengawasan Payung Bebas Beraktivitas.

APH Seolah Dipermainkan, Puluhan PETI Dibawah Pengawasan Payung Bebas Beraktivitas.

KUANSING (NadaRiau.com)- Seperti tek kenal jerah bahkan ketegasa Aparat enegak Hukum Polres Kuansing seolah dipermainkan. Bagaimana tidak aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin kembali terpantau di daerah Trans, Kecamatan Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, tepatnya di sungai tangkalak F9. Nama Payung disebut sebut Sebagai Koordinator yang mengkodinir rakit rakit dompeng dari beberapa orang pemodal yang melakukan penambangan di daerah tersebut.

Dari informasi awal yang disampaikan salah seorang warga Tran kepada media NadaRiau.Com melalui pesan singkat whatsapp mengatakan, bahwasanya di daerah Tran di kawasan tangkalak masih banyak penambangan emas ilegal yang beroperasi.

Hal itu disampaikannya pada saat pihak kepolisian Polda Riau dan polres Kuansing tengah gencar gencarnya melakukan penertiban PETI demi terwujudnya kuansing Zero PETI. Namun guna mengelabui petugas kepolisian yang melakukan razia besar-besaran, aktivitas penambangan ilegal itu dilakukan pada malam hari.

“Di Tran kalau malam kadang kerja bang, coba aja lewat situ malam, jelas kali suaranya dompengnya,” ungkap (I) salah seorang warga Tran yang minta namanya di samarkan.

Tidak puas dengan informasi singkat yang diberikan (I) NadaRiau. Com berusah menggali informasi dalam dari beberapa warga yang di anggap mengetahui wilayah dan para pemain tambang ilegal tersebut.

Dari informasi yang dihimpun NadaRiau. Com terkait kebenaran aktivitas PETI di tengkalak F9 tersebut, Muncul satu nama Payung. Payung disebut sebut sebagai orang yang dipercaya oleh para pemodal untuk mengkoordinir setiap rakit dompeng yang beraktivitas melakukan penambangan emas ilegal di kawasan tersebut.

“Kalau pemilik rakit Dompeng kayaknya banyak orang, tapi yang kordinir satu orang dilapangan, ya itu, si Payung, semuanya dia yang megang, yang kami tau itu,” ucapnya meminta agar tidak menyebutnya namanya.

Bahkan, jelasnya untuk saat ini aktivitas penambangan di kawasan tengkalak tersebut sudah kembali seperti biasa pada Siang Hari.

“Kemaren- kemaren itu iya malam, tapi sekarang kayaknya siang kerjanya,, tapi gak tau juga bisa jadi mereka kerja siang malam,” ujannya singkat.

Dari informasi tersebut, Payung yang disebut sebut sebagai kordinator, terkesan cuek dan mengabaikan upaya konfirmasi yang dilakukan terkait kebenaran dirinya yang mengkoordinir rakit rakit penambangan ilegal tersebut. ia hanya membaca pesan konfirmasi tanpa memberikan keterangan sedikitpun.

“Nanti saya telpon lagi, sinya tidak bagus disini,” ucapnya langsung meatikan sambungan telpon dan hingga upaya konfirmasi ulang guna mendapatkan hak jawabnya, yang bersangkutan tidak memberikan jawab.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu, Penegak Hukum Polda Riau tengah gencar menerbitkan penambangan emas tanpa izin demi tercapainya Kuansing Zero PETI. Bahkan hingga beberap waktu terakhir masih terdengan Polda Riau melalui polres Kuansing dan polsek polsek masih melakukan penertiban dengan membakar beberapa Rakit dompeng yang ditemukan di wilayah Kuansing.

Namun lucunya, ditengah aktivitas penertiban tersebut, Pelaku PETI di Singingi seolah olah mempermainkan ketegasan pihak kepolisian, bahkan gunah mengelabuhi Penegak hukum polres kuansing, PETI -PETI dibawah naungan bernama Payang waga F10 Tran ini mengalihkan aktivitasnya pada malam hari.

Artinya tidak ada waktu yang disia siakan pelaku PETI yang dibawah naungan Payung ini untuk menjalankan aksinya, bahkan hingga saat ini berita di turunkan, aktivitas yang menghancurkan ekosistem dan merusak lingkungan itu kembali bebas beraktivitas pada siang hari.(DONI)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer