Pekanbaru (Nadariau.com) – Penceramah asal Jakarta Ustad M. Nasrullah, yang dikenal sebagai Ustadz Monas Da’i dari ibu kota menggelar Safari Dakwah Kajian subuh di Masjid Al-Mukminin, Jalan Amal, Perum Bumi Tangor Lestari (BTL) RW 08, Kelurahan Mentangor, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru, Minggu (21/09/2025).
Dalam tausiyahnya, Ustadz Monas menekankan pentingnya usia 40 tahun sebagai fase kedewasaan spiritual.
Menurutnya, pada usia inilah Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi rasul dan mulai menjalankan risalah kenabian di Makkah dan Madinah, disertai ujian dan cobaan berat.
“Usia 40 tahun adalah usia kematangan, titik balik untuk lebih fokus pada urusan akhirat. Allah sudah memberikan instruksi khusus dalam Al-Qur’an, tepatnya surat Al-Ahqaf ayat 15. Maka siapapun yang memasuki usia ini, wajib memperhatikan pesan tersebut,” ungkapnya.
Dalam penjelasannya, Ustadz Monas menekankan tiga poin utama yang harus dijaga ketika seorang muslim memasuki usia 40 tahun, pertama bersyukur kepada Allah.
“Syukur ini gampang diucapkan, tapi sulit diamalkan. Banyak orang gagal bersyukur karena lebih fokus pada apa yang belum dimiliki, atau sibuk membandingkan rezeki dengan tetangga. Padahal, kesehatan, keluarga yang harmonis, anak-anak yang sholeh, bahkan kesempatan hadir di majelis ilmu adalah rezeki besar yang sering dilupakan,” ujarnya.
Kemudian yang kedua, memohon agar amal diterima Allah. Setiap amal kebaikan, kata Ustadz Monas, hanya akan bernilai bila diterima oleh Allah SWT.
“Kita bisa rajin sedekah, salat, atau membantu orang lain, tapi kalau tidak diterima Allah, maka semua akan sia-sia. Maka mintalah selalu agar amal kita diterima,” pesannya.
Selanjutnya yang ketiga menjadi pribadi istiqomah
Usia setelah 40 tahun, menurutnya, bukan lagi waktu untuk mencari-cari alasan, melainkan untuk konsisten dalam ibadah dan amal kebaikan.
“Bagi yang sudah melewati 40 tahun, seharusnya sudah lebih dulu mengamalkan dan mencontohkan,” tambahnya.
Sebelum menutup ceramah, Ustadz Monas juga mengajak jamaah untuk memperbanyak sedekah.
“Sedekah itu bukan hanya mengalirkan rezeki, tapi juga membersihkan hati dan menguatkan doa kita. Maka jangan ragu untuk berbagi,” katanya.
Kajian subuh yang berlangsung di Masjid Al-Mukminin ini dihadiri para jamaah. Suasana hangat dan khusyuk terasa sejak awal hingga akhir acara, menambah semangat masyarakat untuk terus menimba ilmu agama di lingkungan mereka.(sony)


